Hariman Ditemukan Meninggal Setelah Empat Hari Terseret Arus 25 Km di Sungai Batang Kapur Limapuluh Kota

- Editor

Kamis, 16 Januari 2025 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota, — Hariman, 60, warga yang terseret arus Sungai Batang Kapur di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (16/1/2025).

Korban ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian intensif selama empat hari.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyampaikan bahwa tim SAR berhasil menemukan korban pada pukul 11.00 WIB di kawasan Aie Angek, Nagari Muaro Paiti.

Lokasi penemuan berjarak sekitar 25 kilometer dari titik terakhir korban terlihat (Last Known Position/LKP).

Baca Juga :  Bupati H. Safni Apresiasi Peserta Bimtek Guru Pembina Tahfizh SD di Guguak dan Akabiluru

“Setelah ditemukan, jenazah korban segera dievakuasi ke Puskesmas Sialang, Kecamatan Kapur IX. Proses evakuasi memakan waktu sekitar tiga setengah jam dan jenazah tiba di puskesmas pada pukul 14.30 WIB,” jelas Hendri.

Hariman dilaporkan hanyut pada Senin (13/1/2025) sekitar pukul 16.30 WIB saat bersama dua rekannya menyeberangi Sungai Batang Kapur dalam perjalanan pulang dari ladang.

Korban yang menggunakan pelampung plastik seadanya tidak mampu bertahan dengan derasnya arus sungai, sehingga terlepas dari pelampung dan terseret.

Baca Juga :  Transfer Pusat ke Daerah Berkurang, Warga-Anggota Dewan Goro Perbaiki Jalan 

Setelah menerima laporan pada pukul 21.50 WIB, Kantor SAR Kelas A Padang segera mengoordinasikan upaya pencarian dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota.

Tim SAR gabungan menyisir sepanjang aliran Sungai Batang Kapur selama empat hari, yang akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat pencarian.

Ia mengingatkan kewaspadaan terhadap arus sungai dan penggunaan pelampung yang sesuai saat berada di perairan sangat penting untuk setiap orang. (*/rb)

Berita Terkait

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode
Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan
Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah
Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?
Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?
Indra Suriani: Prestasi Siswa SLB A Payakumbuh Bukti Keterbatasan Bukan Halangan Meraih Kesuksesan
Razia Berulang, Kafe Remang-remang Masih Beroperasi: Di Mana Ketegasan Pemerintah?
Tangis Pecah Saat Rumah Dibongkar, 6 Rumah dan 27 Makam Dieksekusi Pengadilan di Sungai Kamuyang

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:33 WIB

Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:03 WIB

Pelajar 18 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya di Andaleh, Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Senin, 22 Juni 2026 - 22:16 WIB

Dandim 0306/50 Kota Pererat Sinergi dengan Insan Pers, Kunjungi Balai Wartawan Luak Limopuluah

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:53 WIB

Tangis Ibu Madinah Menggema: Tak Ada Anggaran atau Tak Ada Kepedulian?

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:07 WIB

Puluhan Tahun Diabaikan, Warga dan Pelajar Pertaruhkan Nyawa di Jembatan Gantung Sawahgadang, Di Mana Peran Pemerintah dan DPRD?

Berita Terbaru