LIMA PULUH KOTA — Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota dari Fraksi NasDem, H. Andri Jonpito, ST, memanfaatkan masa reses Sidang III Tahun 2026 dengan menyambangi sejumlah titik di Kecamatan Kapur IX dan Pangkalan Koto Baru, Rabu (29/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari pemberdayaan perempuan, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.
Reses yang berlangsung sejak sore hingga malam itu diawali dengan pertemuan bersama kelompok ibu-ibu. Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai kebutuhan terkait ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta dukungan terhadap pelaku usaha rumah tangga.
Kegiatan kemudian berlanjut di Nagari Gunung Malintang. Di sebuah warung pecel lele, Andri Jonpito memanfaatkan suasana santai untuk mendengar langsung berbagai aspirasi masyarakat. Sejumlah warga mengangkat persoalan pelayanan publik, pembangunan nagari, hingga upaya mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pada malam hari, politisi NasDem itu melanjutkan agenda reses di Lubuak Alai, Kecamatan Kapur IX. Bersama tokoh masyarakat dan warga, ia menerima berbagai masukan mengenai kondisi infrastruktur, akses pelayanan dasar, sektor pertanian, serta peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Andri Jonpito, reses merupakan instrumen konstitusional yang tidak hanya menjadi kewajiban anggota legislatif, tetapi juga menjadi ruang untuk memastikan kebijakan daerah disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.
“Setiap aspirasi yang kami terima akan menjadi bahan perjuangan di DPRD. Kehadiran anggota dewan di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan agenda reses, tetapi memastikan setiap persoalan warga mendapat perhatian dalam proses penyusunan kebijakan dan penganggaran,” kata Andri.
Ia menegaskan seluruh usulan masyarakat akan dihimpun, diverifikasi, dan diperjuangkan sesuai kewenangan DPRD melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.
Andri juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat yang hadir dalam setiap titik reses. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi faktor penting dalam mewujudkan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijaga. Karena itu, kami akan terus hadir, mendengar, dan mengawal setiap aspirasi agar dapat diwujudkan menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui rangkaian reses tersebut, Andri Jonpito menegaskan komitmennya untuk memperkuat fungsi representasi DPRD dengan membangun komunikasi yang intensif bersama masyarakat.
Baginya, pembangunan daerah hanya dapat berjalan efektif apabila lahir dari aspirasi yang disampaikan langsung oleh warga dan dikawal hingga menjadi kebijakan yang berpihak kepada kepentingan publik.(rio)









