Pemko Payakumbuh Sampaikan LKPj 2025, Pendapatan Lampaui Target

- Editor

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Daerah Rida Ananda menyampaikan Nota Penjelasan terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Wali Kota Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kota Payakumbuh, Selasa (31/03/2026).

Dalam penyampaiannya, Rida Ananda mengawali dengan apresiasi kepada DPRD atas kesempatan yang diberikan dalam forum resmi tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pimpinan serta seluruh anggota DPRD Kota Payakumbuh yang telah memberikan ruang kepada kami untuk menyampaikan nota pengantar LKPj Tahun 2025,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penyampaian LKPj merupakan kewajiban konstitusional kepala daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya Pasal 67.

Secara substansi, LKPj Tahun 2025 memuat berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah, mulai dari kebijakan strategis, pengelolaan keuangan, pelaksanaan urusan pemerintahan, hingga tindak lanjut atas rekomendasi DPRD tahun sebelumnya.

Baca Juga :  DPRD Payakumbuh Apresiasi Tingginya Partisipasi Kurban, Capai 1.791 Hewan pada Idul Adha 1447 H

Pendapatan Lampaui Target

Dalam aspek keuangan, Pemko Payakumbuh mencatat kinerja positif. Realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp782,43 miliar atau 102,57 persen dari target sebesar Rp762,79 miliar.

“Pendapatan tersebut bersumber dari pendapatan asli daerah, pendapatan transfer, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah,” jelas Rida.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp765,45 miliar dari target Rp851,009 miliar atau sebesar 89,95 persen. Belanja ini mencakup belanja operasi seperti pegawai, barang dan jasa, hibah, dan bantuan sosial serta belanja modal untuk pembangunan infrastruktur dan pengadaan aset.

Di sisi pembiayaan, realisasi mencapai Rp88,21 miliar atau 100 persen dari target, yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya.

Urusan Wajib Dominan

Rida juga memaparkan pelaksanaan program berdasarkan urusan pemerintahan. Untuk urusan wajib, Pemko mengalokasikan Rp472,54 miliar dengan realisasi Rp425,62 miliar atau 90,07 persen.

Baca Juga :  Tepuk Tangan Pecah! Atraksi Silek dan Marching Band SMKN 2 Payakumbuh Jadi Sorotan di Pawai Alegoris

Urusan ini mencakup sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, perumahan, ketenteraman dan ketertiban umum, sosial, hingga lingkungan hidup, perhubungan, komunikasi dan informatika, koperasi dan UKM, serta kebudayaan.

Adapun urusan pilihan meliputi sektor kelautan dan perikanan, pariwisata, pertanian, perdagangan, dan perindustrian mengalokasikan Rp32,63 miliar dengan realisasi Rp28,75 miliar atau 88,1 persen.

Sementara fungsi penunjang pemerintahan seperti perencanaan, keuangan, dan kepegawaian mencatat realisasi Rp116,43 miliar dari alokasi Rp134,53 miliar atau 86,54 persen.

Bahan Evaluasi Bersama

Rida menegaskan, seluruh capaian tersebut akan menjadi bahan evaluasi bersama DPRD guna mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah ke depan.

“Seluruh informasi lengkap telah kami sajikan dalam dokumen LKPj Tahun 2025 untuk dibahas bersama sesuai tata tertib DPRD, sehingga diharapkan melahirkan rekomendasi yang konstruktif bagi perbaikan kinerja pemerintahan,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terbaru