Pemko Payakumbuh Kaji Penutupan Sejumlah U-Turn, Atasi Macet dan Tekan Risiko Kecelakaan

- Editor

Kamis, 10 September 2026 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh mengkaji penutupan sejumlah bukaan median atau U-turn serta penataan parkir sebagai bagian dari upaya mengurai kemacetan dan menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

Kajian tersebut dibahas dalam rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Payakumbuh di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Sejumlah titik yang masuk evaluasi meliputi depan SPBU Parit Rantang, kawasan Lapas/Ramayana, Masjid Al-Ihsan, gerbang Masjid Gadang, kawasan wisata Batang Agam, Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, Simpang Kasda, serta depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota.

Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh melalui Asisten II Yasrizal mengatakan penataan lalu lintas membutuhkan koordinasi lintas instansi agar persoalan di lapangan dapat ditangani secara terpadu.

“Forum ini kita arahkan untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan dan pengawasan lalu lintas secara lintas sektoral,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh melalui Sekretaris Dishub Yulhendri menegaskan hasil pembahasan Forum LLAJ belum menjadi keputusan final.

Pemerintah akan terlebih dahulu mengecek kondisi lapangan dan melakukan simulasi sebelum menerapkan rekayasa lalu lintas.

Baca Juga :  Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

“Kita ingin setiap keputusan benar-benar berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, termasuk dampaknya terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Kabid Keselamatan dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Finto Handayana Putra mengatakan bukaan median di depan SPBU Parit Rantang dan Lapas/Ramayana masih berstatus usulan penutupan. Manuver kendaraan untuk berputar balik di kedua lokasi tersebut dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas, terutama pada jam sibuk.

“Penutupan median menjadi salah satu opsi yang kita siapkan untuk diuji di lapangan,” katanya.

Di depan Masjid Al-Ihsan, median telah ditutup sementara menggunakan water barrier. Namun, keputusan penutupan permanen masih menunggu hasil pembahasan dan kajian Forum LLAJ.

Sementara itu, bukaan median di depan gerbang Masjid Gadang diusulkan untuk ditutup sebagian. Lebar bukaan yang mencapai sekitar 17 meter dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena memungkinkan manuver kendaraan pada ruang yang cukup lebar.

Untuk kawasan wisata Batang Agam, Forum LLAJ masih mengevaluasi sirkulasi kendaraan, penataan parkir, dan aktivitas pedagang kaki lima (PKL). Keluhan pedagang terkait rambu larangan masuk atau perboden juga menjadi bagian dari pertimbangan.

Baca Juga :  Kepedulian Sosial, PKS Kota Payakumbuh Sembelih Hewan Kurban

“Kita perlu mencari skema yang membuat arus tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Finto.

Di Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, evaluasi dilakukan karena kendaraan orang tua siswa yang berhenti atau parkir di kedua sisi jalan kerap memicu kepadatan saat jam pulang sekolah.

Simpang Kasda juga masih dalam evaluasi, terutama terkait operasional lampu lalu lintas yang beririsan dengan aktivitas pedagang kuliner mulai pukul 15.00 WIB.

Adapun kawasan depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota masih dikaji dengan opsi sterilisasi parkir reguler atau pembatasan parkir bagi kendaraan pariwisata.

Finto mengatakan Forum LLAJ akan turun langsung ke sejumlah lokasi untuk memastikan rekayasa lalu lintas yang dipilih sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

“Sesuai kesepakatan forum, kita akan turun ke lapangan untuk melakukan kajian dan simulasi agar rekayasa yang diterapkan benar-benar memperlancar arus lalu lintas di Kota Payakumbuh,” pungkasnya. (MC)

Berita Terkait

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet
Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh
Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan
Fitrayanto Sampaikan Kabar Gembira, Guru TPA/MDA dan Garin Masjid Payakumbuh Direncanakan Terima Insentif pada 2027
Touring Pejabat Payakumbuh di Jam Kerja Makan Korban Jiwa, Publik Desak Walikota Beri Sanksi Tegas
Pemko Payakumbuh Kehilangan Sosok Iwan, Pengabdi Aset Daerah dan Pramuka yang Berdedikasi Tinggi

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:16 WIB

Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:16 WIB

Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan

Berita Terbaru