Pemkab Limapuluh Kota Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

- Editor

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota — Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, akhirnya menetapkan status tanggap darurat bencana di daerah tersebut. Penetapan itu berlaku sejak 13 hingga 26 Mei 2023 atau selama 14 hari kalander.

“Izin, Rakor evaluasi penanganan bencana Hidrometeorologi lengkap dihadiri unsur Forkopimda dan OPD terkait, merekomendasikan Status Keadaan Darurat Bencana Kabupaten dari tgl. 13 s.d 26 Mei 2026 (14 hari) kalender,” tulis Kalaksa BPBD Limapuluh Kota Zaimar Hakim, dalam pesan WhatsApp yang dikirim kepada anggota Komisi II DPRD Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, Sabtu sore (16/5/2026).

Fajar Rillah Vesky yang bidang kerjannya di DPRD termasuk kebencanaan dan infrastruktur umum, mengapresiasi dan mendukung penuh penetapan status tanggap darurat bencana oleh pemerintah daerah. Karena, menurut Fajar Rillah Vesky, bencana hidrometerologi yang terjadi di berbagai nagari, memang telah mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat, serta memerlukan tindakan segera dan memadai.

Baca Juga :  Dorong Kemandirian Ekonomi Nagari, Pembangunan KDMP Balai Panjang Capai 60 Persen

“Dari awal, kita dorong dan dukung penetapan status tanggap darurat ini, untuk melegalisasi pengunaan dana BTT (Biaya Tak Terduga) sebesar Rp2,5 miliar yang terdapat dalam pos belanja APBD 2026. Sekaligus untuk memobilisasi bantuan dari banyak pihak. Kemudian, dengan adanya penetapan status tanggap darurat ini, tentu petugas BPBD, Damkar, TNI, Polri dan semua aparatur yang menangani bencana, bisa dibekali dengan operasional,” kata Fajar Rillah Vesky.

Anggota Badan Anggaran DPRD ini meminta, setelah status tanggap darurat ditetapkan,

penanganan dampak bencana di seluruh nagari, harus bisa berjalan dengan cepat dan terukur. “Kaji cepat lokasi dan kerusakan bencana, harus kembali dilakukan. Begitu pula dengan, pembersihan lokasi, sampai pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana, mesti dimaksimalkan. Jangan sampai terjadi, masyarakat yang kena bencana, malah tambah susah dan menderita,” tegas Fajar Rillah Vesky.

Informasi yang diperoleh wartawan, Rakor evaluasi penanganan bencana Hidrometeorologi Limapuluh Kota yang menetapkan status tanggap darurat bencana, digelar di aula Dinas Kesehatan eks kantor bupati, Sabtu pagi (16/5/2026).

Baca Juga :  Cetak Karateka Berprestasi, Lemkari Limapuluh Kota Gelar Ujian Kenaikan Sabuk

Rapat dibuka Asisten I dihadiri perwakilan Forkopimda dan OPD teknis, termasuk mantan Kalaksa BPBD yang kini menjabat Kasatpol PP Rahmadinol.

Dalam rapat, juga hadir sejumlah wali nagari yang nagarinya terdampak bencana hidrometerologi, dalam beberapa hari terakhir. Seperti, Situjuah Ladang Laweh, Tungkar, Sarilamak, Taram, Halaban, Tanjuang Haro Sikabu-kabu Padang Panjang, Sariaklaweh, Kotobaru Simalanggang, dan Banjalaweh.

Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh Mawardi Dt Sinaro Nan Paneh mendukung penetapan keadaan darurat ini, karena menurutnya kapasitas keuangan nagari, tak mampu mengatasi dampak bencana yang cukup berat ini. “Kami berharap, selaam tanggap darurat dapat dilakukan penanganan terhadap badan jalan kabupaten di Situjuah Ladang yang berlubang, serta bahu jalan yang amblas dan lereng tebing. Serta irigasi masyarakat yang rusak,” kata Mawardi. (***)

Berita Terkait

Nagari Balai Panjang Tembus Seleksi Nasional, Wakili Sumbar di Ajang Desa Berprestasi 2026
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Kabut Asap Mengkhawatirkan, Ketua Komisi III DPRD Lima Puluh Kota Dorong Langkah Pencegahan
Banjir, Longsor Hingga Angin Kencang: Dinsos Lima Puluh Kota Pastikan Warga Selalu Terlindungi dari Pra Hingga Pascabencana
Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga
Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor
Kabut Asap Kian Pekat, Beni Murdani Dorong Pelajar di Kabupaten Lima Puluh Kota Belajar dari Rumah
204 Huntap di Koto Tinggi Mulai Dibangun, Bupati Safni: Ini Harapan Baru bagi Warga

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:40 WIB

Nagari Balai Panjang Tembus Seleksi Nasional, Wakili Sumbar di Ajang Desa Berprestasi 2026

Jumat, 11 September 2026 - 18:18 WIB

Kabut Asap Mengkhawatirkan, Ketua Komisi III DPRD Lima Puluh Kota Dorong Langkah Pencegahan

Rabu, 9 September 2026 - 14:56 WIB

Banjir, Longsor Hingga Angin Kencang: Dinsos Lima Puluh Kota Pastikan Warga Selalu Terlindungi dari Pra Hingga Pascabencana

Selasa, 8 September 2026 - 18:11 WIB

Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga

Selasa, 8 September 2026 - 11:42 WIB

Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor

Berita Terbaru