Jaringan Irigasi Rusak dan Terbengkalai di Koto Panjang, Begini Respon Hurisna Jamhur Wakil Ketua DPRD Payakumbuh

- Editor

Senin, 9 Juni 2025 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, —  Kondisi saluran irigasi kecil atau banda cacing di wilayah Alai, Kelurahan Koto Panjang, Jorong Payobasuang, Kecamatan Payakumbuh Timur, kini semakin memprihatinkan. Saluran yang selama ini menjadi sumber utama pengairan sawah warga mengalami kerusakan parah dan telah terbengkalai lebih dari lima tahun belakangan ini.

Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hurisna Jamhur, turun langsung ke lokasi bersama warga pada Minggu (08/06/25) untuk melihat secara nyata kondisi irigasi tersebut. Ia mengecam keras kelambanan pihak terkait, khususnya Dinas Pertanian, dalam menangani permasalahan yang berdampak langsung terhadap mata pencaharian petani.

“Saluran ini sudah pecah dan rebah di berbagai titik, terutama di bagian tikungan. Sepanjang hampir satu kilometer tertutup oleh semak belukar dan tanaman merambat. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Hurisna Jamhur saat ditemui di lokasi.

Menurut keterangan warga, saluran irigasi ini sudah lama tidak mengalirkan air. Padahal, letaknya tidak jauh dari Kantor Dinas Pertanian Kota Payakumbuh—hanya sekitar 200 meter. Namun, kerusakan ini seolah luput dari perhatian pihak dinas, meski setiap hari mereka melintasi jalan tersebut.

Baca Juga :  Safari Kamtibmas di Batu Payuang, Kapolres Payakumbuh Tekankan Sinergi Jaga Kamtibmas

“Setiap hari pegawai dinas lewat sini, tapi tidak ada tindakan. Padahal Kepala Dinas Pertanian pernah mengatakan bahwa saluran irigasi kecil ini adalah tanggung jawab mereka. Tapi buktinya? Sudah lima tahun lebih tidak ada perbaikan,” ujar salah seorang warga.

Hurisna Jamhur menilai, kurangnya kepedulian dari Dinas Pertanian sangat merugikan petani. Di tengah musim kemarau seperti sekarang, banyak sawah yang tidak dapat diolah karena tanah mengeras dan tidak ada aliran air.

“Ini jelas mengancam ketahanan pangan daerah kita. Petani hanya bisa mengandalkan hujan, padahal kita punya saluran irigasi. Tapi karena rusak dan dibiarkan, mereka jadi tidak bisa bertani. Saya minta kepada Wali Kota dan Dinas Pertanian untuk segera turun tangan dan memperbaiki kondisi ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Hurisna Jamhur menegaskan bahwa fungsi lembaga DPRD adalah memastikan bahwa kebutuhan rakyat mendapat perhatian dan penanganan yang adil dari pemerintah.

Baca Juga :  Belum Sempat Nikmati Sabu, Warga Sicincin Ditangkap di Payakumbuh

“Kami akan membawa persoalan ini ke rapat bersama OPD terkait. Ini bukan hal sepele. Jika pertanian lumpuh, maka perekonomian masyarakat pun akan terpuruk. Pemerintah tidak boleh tutup mata,” katanya dengan nada serius.

Warga menambahkan bahwa selain tertutup semak, struktur dinding dan lantai saluran sudah banyak yang bocor akibat aktivitas hewan seperti kepiting serta akibat kerusakan alami yang dibiarkan bertahun-tahun.

“Air tidak lagi bisa mengalir karena bocor di mana-mana. Akibatnya, sawah kami menjadi keras dan tidak bisa ditanami. Kalau musim hujan, baru bisa bertani. Tapi saat kemarau seperti ini, kami hanya bisa pasrah,” keluh seorang petani.

Masyarakat berharap penuh kepada Pemerintah Kota Payakumbuh, terutama kepada Dinas Pertanian dan Walikota, untuk segera mengambil langkah nyata memperbaiki saluran irigasi tersier ini demi kelangsungan pertanian dan kesejahteraan petani.(*)

Berita Terkait

19 Anggota PWI Muda Luak Limopuluah Dukung Penuh Aspon Dedi Dua Periode
Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua
Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:26 WIB

19 Anggota PWI Muda Luak Limopuluah Dukung Penuh Aspon Dedi Dua Periode

Senin, 21 September 2026 - 11:05 WIB

Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Berita Terbaru

Lima Puluh Kota

19 Anggota PWI Muda Luak Limopuluah Dukung Penuh Aspon Dedi Dua Periode

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:26 WIB

Lima Puluh Kota

Arumi Family Kapur IX Sapu Bersih Dukate dan Liontin 3-0

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:59 WIB