Dua Anak Asal Padang Panjang Tewas Tenggelam, Wali Nagari Soroti Minimnya Perhatian Pemda

- Editor

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota || Duka mendalam menyelimuti Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, setelah dua orang anak asal Kota Padang Panjang meninggal dunia akibat tenggelam di Objek Wisata Pemandian Lembah Mangkisi, Minggu (8/2/2026).

Korban, seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, tenggelam saat berenang di kolam renang besar yang dipadati pengunjung. Warga yang melihat kejadian itu langsung melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama, sebelum korban dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong.

Rekaman video yang beredar memperlihatkan suasana pilu, disertai teriakan dan tangisan histeris keluarga saat korban diangkat dari kolam. Kepanikan sempat menyelimuti area pemandian.

Baca Juga :  Kondisi Ruas Jalan Sialang-Galugua Semakin Memprihatinkan, Masyarakat Menilai DPRD dan Pemerintah Seperti Lepas Tangan!

Wali Nagari Balai Panjang, Idris, membenarkan peristiwa tersebut sekaligus menyampaikan belasungkawa mendalam.

“Atas nama pemerintah nagari, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kami juga akan berkunjung ke rumah duka di Padang Panjang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung,” ujarnya.

Idris mengingatkan para pengunjung, khususnya orang tua, agar lebih ketat mengawasi anak-anak saat berada di kawasan wisata air.

“Jangan sampai lengah. Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Idris menyoroti minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap pengelolaan dan keselamatan di kawasan objek wisata tersebut. Ia meminta agar Pemda lebih serius dalam pengembangan dan pengamanan Lembah Mangkisi.

Baca Juga :  Pemuda Pemudi Nagari Galugua Gelar Aksi Donasi Bencana

“Kami dari nagari berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan objek wisata ini, baik dari sisi fasilitas, pengamanan, maupun sumber daya manusia, agar musibah seperti ini tidak terulang,” katanya.

Bahkan, menurut Idris, pihak nagari pernah mengajukan pelatihan penanggulangan bencana dan keselamatan, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.

“Untuk menghindari kejadian serupa, kami sudah pernah mengajukan pelatihan penanggulangan bencana, tapi sampai sekarang belum ada respon,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius akan pentingnya standar keselamatan di kawasan wisata, terutama yang melibatkan aktivitas air dan anak-anak.(rio)

Berita Terkait

Syafril Bongkar Rapor Merah Pemkab Lima Puluh Kota: PAD Seret, Ekonomi Lesu, Rakyat Belum Sejahtera
HUT Bhayangkara ke-80, Polres Payakumbuh Turun Tangan! Warga Simantuang Akhirnya Bisa Nikmati Air Bersih
Saat Ekonomi Warga Masih Lesu, Pemko Payakumbuh Malah Gelontorkan Rp3 Miliar ke Daerah Lain
Payakumbuh Hanya Jadi Penonton di Rumah Sendiri, Ke Mana Ambisi Kota Olahraga?
Gerindra Kritik Keras LPP APBD 2025, Ubetra Syandra: Jangan Berlindung di Balik WTP Saat Fiskal Daerah Masih Lemah
Beni Murdani: Serapan APBD 95 Persen, Belanja Pegawai Rp795 Miliar, Infrastruktur Malah Tertinggal
PAD Jeblok, APBD Gemuk untuk Birokrasi! Siska Sebut Pemkab Lima Puluh Kota Kehilangan Arah Pembangunan
Safrinal Dt. Jambek Semprot Kinerja BUMD: Untung Tak Terlihat, PAD Tak Bergerak

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:53 WIB

Syafril Bongkar Rapor Merah Pemkab Lima Puluh Kota: PAD Seret, Ekonomi Lesu, Rakyat Belum Sejahtera

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:06 WIB

HUT Bhayangkara ke-80, Polres Payakumbuh Turun Tangan! Warga Simantuang Akhirnya Bisa Nikmati Air Bersih

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:48 WIB

Saat Ekonomi Warga Masih Lesu, Pemko Payakumbuh Malah Gelontorkan Rp3 Miliar ke Daerah Lain

Jumat, 26 Juni 2026 - 12:06 WIB

Payakumbuh Hanya Jadi Penonton di Rumah Sendiri, Ke Mana Ambisi Kota Olahraga?

Kamis, 25 Juni 2026 - 19:49 WIB

Gerindra Kritik Keras LPP APBD 2025, Ubetra Syandra: Jangan Berlindung di Balik WTP Saat Fiskal Daerah Masih Lemah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!