LIMAPULUH KOTA — Komitmen membangun kepedulian sosial dan memperkuat budaya gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Nagari Suayan, Kecamatan Akabiluru. Hal itu ditandai dengan peresmian Posko Relawan Peduli Nagari Suayan yang dilakukan langsung oleh Bupati Limapuluh Kota, Safni Sikumbang, pada Sabtu (30/5/2026).
Peresmian posko tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan, lembaga adat, serta tokoh masyarakat. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan dukungan kuat terhadap lahirnya gerakan kerelawanan yang berbasis masyarakat nagari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAM), jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Akabiluru, Wali Nagari Suayan beserta perangkat nagari, unsur pemuda, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Safni Sikumbang menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah menggagas dan mewujudkan Posko Relawan Peduli Nagari Suayan. Menurutnya, keberadaan posko tersebut merupakan bukti nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Ia menilai, pembentukan posko relawan bukan sekadar menghadirkan sebuah fasilitas atau organisasi sosial, melainkan menjadi simbol semangat masyarakat dalam mengambil peran aktif membantu sesama dan mendukung pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi berdirinya posko relawan ini. Ini adalah bukti bahwa semangat kepedulian dan kebersamaan masyarakat kita masih sangat kuat,” ujar Safni di hadapan para undangan.
Menurut Bupati, tantangan pembangunan saat ini tidak dapat sepenuhnya diselesaikan oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat melalui gerakan sosial yang terorganisasi dan berkelanjutan. Karena itu, kehadiran relawan menjadi salah satu kekuatan penting dalam membantu pemerintah menghadapi berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Safni berharap Posko Relawan Peduli Nagari Suayan mampu menjadi wadah yang efektif dalam menghimpun partisipasi masyarakat. Posko tersebut diharapkan dapat mengoordinasikan berbagai kegiatan sosial, mulai dari penanganan bencana, bantuan kemanusiaan, kegiatan kebersihan lingkungan, hingga program-program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.
Lebih jauh, Bupati menginginkan agar inisiatif yang lahir dari masyarakat Nagari Suayan ini dapat menjadi contoh bagi nagari lain di Kabupaten Limapuluh Kota. Ia mendorong agar semangat kerelawanan dan kepedulian sosial dapat direplikasi secara luas sehingga berkembang menjadi gerakan bersama di tingkat kabupaten.
“Kami berharap kegiatan positif ini tidak hanya berhenti di Nagari Suayan, tetapi bisa ditingkatkan dan direplikasi ke nagari-nagari lain. Bahkan, ke depan kita dorong agar inisiatif ini bisa menjadi sebuah gerakan besar di tingkat Kabupaten Limapuluh Kota,” katanya.
Menurutnya, jika setiap nagari memiliki wadah kerelawanan yang aktif, maka berbagai persoalan sosial dapat ditangani lebih cepat dan efektif melalui kerja sama antara masyarakat dan pemerintah. Selain itu, budaya gotong royong yang menjadi identitas masyarakat Minangkabau juga akan semakin terpelihara dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Sementara itu, masyarakat Nagari Suayan menyambut baik peresmian posko tersebut. Kehadiran Posko Relawan Peduli Nagari Suayan diharapkan menjadi pusat koordinasi berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan seluruh unsur warga. Melalui posko ini, masyarakat dapat lebih mudah mengorganisasi bantuan saat terjadi bencana, menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan, serta melaksanakan kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitar.
Peresmian Posko Relawan Peduli Nagari Suayan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga adat, dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, gerakan kerelawanan diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan masyarakat Limapuluh Kota yang tangguh, peduli, dan berdaya saing.(rio)









