Pohon Pisang Jadi Simbol Protes, Jalan Rusak di Lima Puluh Kota Kian Mempermalukan Kinerja Pemkab

- Editor

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota — Pohon pisang yang berdiri di tengah jalan bukanlah bagian dari penghijauan. Itu adalah simbol kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan jalan rusak yang hingga kini belum kunjung diperbaiki.

Pemandangan tersebut terlihat di Nagari Koto Tangah Simalanggang, Kecamatan Payakumbuh, Jumat (31/7/2026). Warga menanam pohon pisang di tengah ruas jalan yang dipenuhi lubang sebagai penanda bahaya sekaligus bentuk protes agar pemerintah segera bertindak.

Bagi masyarakat, aksi itu merupakan sinyal bahwa keluhan yang selama ini disampaikan dinilai belum membuahkan hasil. Jalan yang menjadi akses utama aktivitas warga itu telah lama rusak. Lubang-lubang mengancam keselamatan pengguna jalan, merusak kendaraan, dan semakin berbahaya saat hujan karena tertutup genangan air.

Baca Juga :  Wali Nagari Sarilamak Apresiasi Suksesnya Pelaksanaan TMMD/N ke-129

Ironisnya, di tengah berbagai agenda pembangunan yang terus digaungkan, persoalan infrastruktur dasar justru masih menjadi pekerjaan rumah. Jalan yang layak bukanlah kemewahan, melainkan hak masyarakat yang semestinya menjadi prioritas pemerintah daerah.

Kini sorotan publik pun mengarah kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. Masyarakat menanti langkah nyata, bukan sekadar janji atau peninjauan lapangan. Sebab, setiap hari jalan itu tetap dilalui warga yang mempertaruhkan keselamatan mereka.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Hanguskan Tiga Rumah di Nagari Jopang Manganti

Pohon pisang di tengah jalan adalah pesan yang sulit diabaikan. Jika warga sudah harus membuat “rambu darurat” sendiri, maka hal itu menjadi alarm keras bahwa pelayanan terhadap kebutuhan dasar masyarakat perlu mendapat perhatian lebih serius.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar jalan kembali aman digunakan. Sebelum muncul korban akibat kondisi tersebut, langkah cepat dan nyata menjadi harapan yang terus disuarakan masyarakat.(rio)

Berita Terkait

Nagari Balai Panjang Tembus Seleksi Nasional, Wakili Sumbar di Ajang Desa Berprestasi 2026
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Kabut Asap Mengkhawatirkan, Ketua Komisi III DPRD Lima Puluh Kota Dorong Langkah Pencegahan
Banjir, Longsor Hingga Angin Kencang: Dinsos Lima Puluh Kota Pastikan Warga Selalu Terlindungi dari Pra Hingga Pascabencana
Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga
Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor
Kabut Asap Kian Pekat, Beni Murdani Dorong Pelajar di Kabupaten Lima Puluh Kota Belajar dari Rumah
204 Huntap di Koto Tinggi Mulai Dibangun, Bupati Safni: Ini Harapan Baru bagi Warga

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:40 WIB

Nagari Balai Panjang Tembus Seleksi Nasional, Wakili Sumbar di Ajang Desa Berprestasi 2026

Jumat, 11 September 2026 - 18:18 WIB

Kabut Asap Mengkhawatirkan, Ketua Komisi III DPRD Lima Puluh Kota Dorong Langkah Pencegahan

Rabu, 9 September 2026 - 14:56 WIB

Banjir, Longsor Hingga Angin Kencang: Dinsos Lima Puluh Kota Pastikan Warga Selalu Terlindungi dari Pra Hingga Pascabencana

Selasa, 8 September 2026 - 18:11 WIB

Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga

Selasa, 8 September 2026 - 11:42 WIB

Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor

Berita Terbaru