Payakumbuh Tanam 3.000 Bibit Pisang Barangan, Perkuat Pasokan Buah Lokal untuk Program MBG

- Editor

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh memulai Gerakan Tanam Pisang Serentak dengan menanam 3.000 bibit pisang varietas barangan di lima kecamatan sebagai upaya memperkuat pasokan buah lokal bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Kegiatan dipusatkan di lahan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Talang Saiyo, Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kamis (23/7/2026).

Program tersebut merupakan bagian dari arah pembangunan Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta yang menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan, peningkatan gizi masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Mewakili Wali Kota Payakumbuh, Staf Ahli Irwan Suwandi mengatakan pemerintah terus mengembangkan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi sekaligus kandungan gizi tinggi agar mampu mendukung kebutuhan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Menurutnya, pisang dipilih karena kaya akan karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat sehingga berpotensi menjadi salah satu sumber buah lokal untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis.

“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pisang, tetapi juga memastikan kebutuhan buah untuk Program Makan Bergizi Gratis dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal,” kata Irwan.

Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Payakumbuh, pemerintah menyalurkan 3.000 bibit pisang varietas barangan kepada 29 kelompok tani dan gabungan kelompok tani yang tersebar di 23 kelurahan pada lima kecamatan. Alokasi bantuan terdiri atas 1.405 batang untuk Kecamatan Payakumbuh Barat, 535 batang untuk Kecamatan Payakumbuh Selatan, 345 batang untuk Kecamatan Payakumbuh Timur, 425 batang untuk Kecamatan Payakumbuh Utara, dan 290 batang untuk Kecamatan Lamposi Tigo Nagori.

Baca Juga :  Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan

Untuk mendukung keberhasilan budidaya, pemerintah juga menyalurkan 30.000 kilogram pupuk kompos dengan alokasi 10 kilogram untuk setiap batang pisang sehingga kebutuhan unsur hara tanaman dapat terpenuhi sejak awal penanaman.

Irwan menegaskan dukungan pemerintah tidak berhenti pada pemberian bantuan bibit dan pupuk. Pendampingan budidaya akan dilakukan secara berkelanjutan agar setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi sehingga tanaman mampu tumbuh optimal dan memberikan hasil yang maksimal.

“Kami akan terus melakukan pendampingan sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi petani,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna, menjelaskan varietas pisang barangan dipilih karena memiliki daya tahan lebih baik terhadap serangan hama dibandingkan sejumlah varietas lain sehingga dinilai paling sesuai untuk dikembangkan secara luas di Kota Payakumbuh.

“Kami memilih varietas barangan karena lebih tahan terhadap hama. Setiap bibit juga mendapatkan pupuk organik agar pertumbuhannya lebih baik dan produktivitasnya meningkat,” kata Nila.

Ia mengatakan pengembangan komoditas pisang tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Kota Payakumbuh, tetapi juga diproyeksikan menjadi komoditas unggulan yang mampu memasok kebutuhan daerah lain serta menjadi bahan baku berbagai produk olahan bernilai tambah.

Sebagai bentuk penguatan pengembangan komoditas tersebut, pada kesempatan itu juga dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pertanian Kota Payakumbuh dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh mengenai pengembangan agribisnis pisang intensif di Kota Payakumbuh. Kerja sama tersebut meliputi pengembangan budidaya, pendampingan teknologi, peningkatan kapasitas petani, hingga penguatan usaha berbasis agribisnis guna meningkatkan produktivitas dan daya saing komoditas pisang lokal.

Baca Juga :  Wawako Elzadaswarman Hadiri Perpisahan Siswa Kelas XII SMAN 3 Payakumbuh, Sampaikan Pesan Inspiratif

Dalam sesi dialog, salah seorang petani dari Gapoktan Talang Saiyo menyampaikan harapan agar pemerintah turut membantu membuka akses pemasaran apabila produksi meningkat pada masa panen.

Menanggapi hal tersebut, Nila memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi melalui pengembangan hilirisasi produk dan perluasan jaringan pemasaran agar peningkatan produksi tetap memberikan nilai tambah sekaligus keuntungan bagi petani.

“Apabila produksi meningkat, hasil panen tidak hanya dipasarkan sebagai buah segar, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Kami akan terus mencarikan solusi pemasaran agar tujuan utama program ini tercapai,” ujarnya.

Melalui gerakan tanam serentak, dukungan sarana produksi, pendampingan budidaya, pengembangan hilirisasi, serta kolaborasi dengan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, Pemerintah Kota Payakumbuh membangun ekosistem agribisnis pisang yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjamin keberlanjutan pasokan buah lokal bagi Program Makan Bergizi Gratis, meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura, memperkuat daya saing produk pertanian daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (MC)

Berita Terkait

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial
Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan
Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan
Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet
Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh
Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:33 WIB

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh

Berita Terbaru