Dua Inovasi Payakumbuh Tembus Panggung Nasional, Pendidikan dan Pengelolaan Sampah Jadi Sorotan di LAN RI

- Editor

Selasa, 14 Juli 2026 - 22:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Upaya Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat kualitas pelayanan publik melalui inovasi kembali mendapat panggung di tingkat nasional. Sejalan dengan arah kebijakan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta yang mendorong birokrasi adaptif dan berorientasi pada solusi, dua kepala perangkat daerah mempresentasikan implementasi proyek perubahan dalam Seminar Implementasi Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Dua pejabat tersebut ialah Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Nalfira, S.Pd., MSE dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Delni Putra, ST. Keduanya memaparkan hasil implementasi inovasi di bidang pendidikan dan pengelolaan persampahan yang dikembangkan sebagai bagian dari tahapan PKN Tingkat II.

Seminar menghadirkan Staf Ahli Bidang Sosial, Politik, dan Kebijakan Publik Kementerian Ketenagakerjaan Dr. Agus Triyono sebagai penguji. Sementara itu, kedua peserta didampingi Coach Dr. Ir. Sahirman, M.P., dengan Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Drs. Rida Ananda, M.Si. bertindak sebagai mentor.

Pada kesempatan tersebut, Nalfira mempresentasikan proyek perubahan bertajuk “Kelas BerNALAR (BerNumerasi Aplikatif, BerLiterasi Aktual dan Relevan)”, sebuah inovasi pembelajaran untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sekolah dasar.

Ia menjelaskan, program tersebut lahir sebagai respons terhadap hasil Rapor Pendidikan yang menunjukkan perlunya penguatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di Kota Payakumbuh.

“Kelas BerNALAR mengintegrasikan penguatan literasi dan numerasi melalui pendekatan deep learning, pemanfaatan interactive flat panel, serta artificial intelligence sebagai media pembelajaran. Guru tidak lagi hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, dan menyenangkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra Apresiasi Suksesnya Car Free Day Perdana

Menurut Nalfira, implementasi program telah diawali dengan pembentukan tim efektif, penyusunan modul pembelajaran, penerbitan regulasi pendukung, pelaksanaan workshop bagi guru kelas VI, hingga penerapan Kelas BerNALAR di sekolah dasar negeri se-Kota Payakumbuh.

Program tersebut juga diperkuat melalui gerakan 15 Menit BerNALAR sebelum proses belajar dimulai sebagai upaya membangun budaya literasi dan numerasi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

Sementara itu, Delni Putra memaparkan proyek perubahan bertajuk “Payakumbuh Resik: Strategi Pengelolaan Persampahan Melalui Ekonomi Sirkular dan Kemandirian Lingkungan.”

Ia menjelaskan, inovasi tersebut disusun untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, mulai dari meningkatnya timbulan sampah, keterbatasan fasilitas pengolahan, hingga penyesuaian terhadap kebijakan nasional mengenai penghentian praktik open dumping.

“Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami ingin mengubah paradigma bahwa sampah bukan lagi menjadi beban, tetapi menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan sejak dari sumber, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap strategi tersebut mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Hurisna Jamhur Turut Hadir Pada Prosesi Khatam Al – Qur’an di Kelurahan Koto Panjang Payakumbuh Timur

Sebagai mentor, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengapresiasi kedua inovasi tersebut karena dinilai menjawab kebutuhan daerah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, proyek perubahan dalam PKN Tingkat II tidak boleh berhenti sebagai tugas akademik, tetapi harus menjadi solusi yang dapat diterapkan untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Dua proyek perubahan yang dipresentasikan hari ini sangat relevan dengan kebutuhan Kota Payakumbuh. Kelas BerNALAR diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi dan numerasi, sementara Payakumbuh Resik menjadi strategi penting dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Pemerintah Kota Payakumbuh siap mendukung implementasi kedua inovasi tersebut agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Rida.

Seminar implementasi tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Payakumbuh Dafrul Pasi M, S.IP., M.M. Kehadirannya mencerminkan dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap penguatan kompetensi kepemimpinan aparatur sekaligus memastikan setiap inovasi yang lahir dari PKN Tingkat II dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Melalui inovasi di bidang pendidikan dan pengelolaan lingkungan yang dipresentasikan dalam PKN Tingkat II, Pemerintah Kota Payakumbuh menegaskan langkah nyata membangun birokrasi yang adaptif, menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan sejalan dengan visi pembangunan yang diusung Wali Kota Zulmaeta. (MC)

Berita Terkait

PWI Sumbar Anugerahi Kapolres 50 Kota Penghargaan Transparansi Publik
Pemerintah Kota Payakumbuh Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual, Merek Randang Payakumbuh Resmi Kantongi Sertifikat
Pemko Payakumbuh Siapkan Angkutan Listrik, Pelajar Jadi Prioritas Utama
Kesbangpol Payakumbuh Ajak Karang Taruna Jadi Garda Terdepan Perangi Narkoba
Wali Kota Zulmaeta Perkuat Literasi Digital untuk Wujudkan Sekolah Ramah Anak
Pesan Menyentuh Ketua Komisi C DPRD Payakumbuh untuk Siswa Baru: “Jadilah Kebanggaan Orang Tua, Bangsa, dan Agama”
Tak Tinggal Diam, PWI Sumbar Bentuk TPF, Aspon Dedi Siapkan Serangan Balik Lewat Dewan Pers dan Pengadilan
Payakumbuh Tegaskan Komitmen Dukung Sumbar Bebas Sampah 2029, Perkuat Pengelolaan dari Sumber

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:34 WIB

PWI Sumbar Anugerahi Kapolres 50 Kota Penghargaan Transparansi Publik

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:39 WIB

Pemerintah Kota Payakumbuh Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual, Merek Randang Payakumbuh Resmi Kantongi Sertifikat

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:37 WIB

Pemko Payakumbuh Siapkan Angkutan Listrik, Pelajar Jadi Prioritas Utama

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:57 WIB

Wali Kota Zulmaeta Perkuat Literasi Digital untuk Wujudkan Sekolah Ramah Anak

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:51 WIB

Pesan Menyentuh Ketua Komisi C DPRD Payakumbuh untuk Siswa Baru: “Jadilah Kebanggaan Orang Tua, Bangsa, dan Agama”

Berita Terbaru

Lima Puluh Kota

PWI Sumbar Anugerahi Kapolres 50 Kota Penghargaan Transparansi Publik

Jumat, 17 Jul 2026 - 23:34 WIB

Lima Puluh Kota

Wali Nagari Sarilamak: TMMD/N 129 Buka Jalan, Buka Harapan Baru Warga

Kamis, 16 Jul 2026 - 17:44 WIB

You cannot copy content of this page