Pemko Payakumbuh Perkuat Perlindungan Anak di Era Digital Melalui Edukasi Anti-Cyberbullying dan Literasi Digital

- Editor

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat upaya perlindungan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial. Melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), ratusan pelajar SMK Negeri 3 Payakumbuh dibekali pemahaman tentang etika bermedia sosial, pencegahan perundungan siber (cyberbullying), serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di aula sekolah tersebut, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan bertema “Stop Bullying dan Etika Bermedia Sosial, Kita Wujudkan Sekolah Ramah Anak” itu menjadi bagian dari langkah preventif Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital yang kini menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari para pelajar.

Kepala DP3AP2KB Kota Payakumbuh, Desmon Korina, mengatakan bahwa tantangan perlindungan anak saat ini tidak hanya muncul di lingkungan fisik, tetapi juga berkembang di dunia maya seiring meningkatnya penggunaan teknologi dan media sosial di kalangan generasi muda.

Menurutnya, edukasi mengenai etika digital dan pencegahan perundungan siber perlu diberikan sejak dini agar para pelajar mampu memanfaatkan teknologi secara positif, bertanggung jawab, serta terhindar dari berbagai bentuk kekerasan digital yang dapat berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan mereka.

“Kita ingin membangun kesadaran bersama bahwa sekolah ramah anak tidak hanya diwujudkan di lingkungan belajar secara langsung, tetapi juga di ruang digital tempat siswa berinteraksi setiap hari. Dunia maya harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak,” ujar Desmon.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, DP3AP2KB menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh, Kurniawan Syah Putra, sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Kurniawan menegaskan bahwa penguatan literasi digital sejalan dengan komitmen Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai etika dan tanggung jawab sosial.

Baca Juga :  Zulmaeta Lepas 500 Kontingen Payakumbuh ke Porprov Sumbar XVI 2026, Target Prestasi Tetap Diusung

Menurutnya, Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi generasi muda melalui berbagai program literasi digital, perlindungan anak, serta pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Arahan Bapak Wali Kota Zulmaeta sangat jelas, yaitu mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak serta bertanggung jawab,” katanya.

Kurniawan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang yang sangat besar bagi pelajar untuk belajar, berinteraksi, mengembangkan kreativitas, hingga membangun prestasi. Namun di sisi lain, kemajuan teknologi juga menghadirkan berbagai tantangan baru, seperti maraknya perundungan siber, penyebaran hoaks, penipuan digital, hingga ancaman penyalahgunaan data pribadi.

Karena itu, ia mengingatkan para pelajar agar memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar, berkarya, dan membangun jejaring positif, bukan sebagai tempat melakukan perundungan atau menyebarkan konten yang merugikan orang lain.

“Media sosial harus menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan tempat untuk melakukan perundungan. Setiap komentar, unggahan, maupun pesan yang kita kirim akan meninggalkan jejak digital dan dapat memengaruhi kehidupan orang lain,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dunia digital bukanlah ruang tanpa aturan. Sama seperti kehidupan nyata, aktivitas di dunia maya juga menuntut tanggung jawab, etika, serta kepedulian terhadap sesama pengguna.

Dalam kesempatan tersebut, Kurniawan menjelaskan berbagai bentuk perundungan siber yang sering terjadi di kalangan remaja, mulai dari penghinaan, ejekan terhadap kondisi fisik, penyebaran foto atau video tanpa izin, pengucilan dalam grup percakapan, hingga penggunaan akun palsu untuk menyerang dan mempermalukan seseorang.

“Perundungan siber bukan sekadar candaan. Dampaknya bisa sangat serius, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, terganggunya kesehatan mental, menurunnya prestasi belajar, hingga memengaruhi masa depan korban,” tegasnya.

Baca Juga :  Fitrayanto Sampaikan Kabar Gembira, Guru TPA/MDA dan Garin Masjid Payakumbuh Direncanakan Terima Insentif pada 2027

Ia juga memberikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan apabila menjadi korban cyberbullying, di antaranya tidak membalas tindakan pelaku, menyimpan bukti percakapan atau unggahan, memblokir akun pelaku, serta segera melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua, guru, maupun pihak sekolah.

Selain membahas bahaya perundungan siber, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi di era digital. Pelajar diingatkan untuk tidak sembarangan membagikan informasi pribadi seperti alamat rumah, nomor telepon, kata sandi, data identitas, maupun informasi sensitif lainnya melalui media sosial.

“Jejak digital tidak mudah hilang. Apa yang kita unggah hari ini dapat ditemukan kembali bertahun-tahun kemudian dan dapat berpengaruh terhadap pendidikan, karier, maupun masa depan seseorang. Karena itu, pikirkan baik-baik sebelum mengunggah sesuatu ke internet,” katanya.

Kurniawan juga mengajak para siswa untuk menjadi generasi digital yang cerdas dengan membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum membagikannya, menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan prestasi.

“Jempolmu adalah tanggung jawabmu. Gunakan media sosial untuk menyebarkan hal-hal positif, membangun prestasi, memperluas wawasan, dan memberikan manfaat bagi orang lain,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap para pelajar mampu mengenali dan mencegah berbagai bentuk perundungan siber, menjaga keamanan data pribadi, serta membangun budaya digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.

Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Payakumbuh dalam mewujudkan sekolah ramah anak, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, serta menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan produktif dalam memanfaatkan teknologi digital untuk masa depan yang lebih baik.

 

Berita Terkait

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial
Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan
Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan
Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet
Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh
Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:33 WIB

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh

Berita Terbaru