Wali Kota Payakumbuh: PKN Tingkat II Harus Lahirkan Pemimpin Birokrasi Penggerak Perubahan

- Editor

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Wali Kota Payakumbuh menegaskan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II harus mampu melahirkan pemimpin birokrasi yang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga memiliki kapasitas mengelola perubahan secara nyata demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Sekda Rida Ananda saat meluncurkan sekaligus menandatangani komitmen bersama pelaksanaan proyek perubahan peserta PKN Tingkat II di Aula Josrizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Kamis (9/7/2026).

Menurut Rida, pelatihan kepemimpinan merupakan instrumen strategis untuk membentuk aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kemampuan manajerial dalam mendiagnosis persoalan, menyusun strategi, menggerakkan tim, membangun kolaborasi lintas sektor, serta memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sebagai Pembina Kepegawaian, Bapak Wali Kota ingin menekankan bahwa pelatihan kepemimpinan ini bukan hanya menghasilkan gagasan inovatif, tetapi juga melatih kapasitas manajerial para pejabat kita. Mereka harus mampu mendiagnosis masalah, merancang strategi, menggerakkan tim, membangun kolaborasi lintas sektor, dan memastikan perubahan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” kata Sekda Rida Ananda.

Ia mengatakan proyek perubahan yang dipresentasikan peserta PKN Tingkat II menunjukkan bahwa inovasi birokrasi harus berangkat dari persoalan strategis daerah dan diwujudkan dalam program yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Korban Kebakaran Mendapat Bantuan Modal Usaha dari Baznas Kota Payakumbuh

Salah satu proyek perubahan berasal dari Kepala Dinas Pendidikan melalui inovasi BERNALAR yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa sekolah dasar dengan memanfaatkan teknologi, pendekatan deep learning, dan kecerdasan buatan (AI).

Inovasi tersebut didukung melalui penyusunan modul, pembentukan tim efektif, penerbitan regulasi, pelatihan guru, hingga implementasi di sekolah.

Menurut Rida, inovasi tersebut mencerminkan kepemimpinan yang mampu mengelola perubahan secara sistematis, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengusung proyek perubahan pengelolaan persampahan berbasis ekonomi sirkular dan kemandirian lingkungan sebagai upaya menjawab persoalan timbunan sampah serta transformasi sistem pengelolaan tempat pemrosesan akhir (TPA).

Program tersebut mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta kolaborasi aktif masyarakat dalam pengelolaan lingkungan.

Rida menilai pendekatan tersebut menunjukkan kepemimpinan yang mampu mengubah paradigma masyarakat bahwa sampah bukan lagi menjadi beban, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Narkotika, Sat Narkoba Polres Payakumbuh Ringkus Dua Orang Tersangka

“Inilah kepemimpinan yang mampu menggerakkan masyarakat, mengubah cara pandang, dan menjadikan setiap warga sebagai agen perubahan,” ujarnya.

Ia menambahkan kedua proyek perubahan tersebut menjadi laboratorium kepemimpinan yang menguji kemampuan peserta dalam menganalisis persoalan strategis, merancang solusi inovatif, serta memastikan perubahan dapat diimplementasikan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Payakumbuh, Dafrul Pasi, mengatakan Pemerintah Kota Payakumbuh mengikutsertakan dua ASN dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.

Menurutnya, salah satu tahapan utama dalam pelatihan tersebut adalah Seminar Aksi Perubahan sebagai forum bagi peserta untuk mempresentasikan sekaligus menunjukkan kesiapan mengimplementasikan proyek perubahan di instansi masing-masing.

Melalui PKN Tingkat II, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap lahir pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan mampu mengelola perubahan secara berkelanjutan sehingga kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik terus meningkat. (MC)

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terbaru