Wali Kota Zulmaeta Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

- Editor

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, meluncurkan Gerakan Payakumbuh Resik (Responsif, Ekonomis, Sirkular, Inklusif, dan Kolaboratif) pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 sebagai upaya memperkuat pengurangan sampah, penghijauan lingkungan, serta pengendalian perubahan iklim berbasis partisipasi masyarakat.

Peluncuran gerakan tersebut dilakukan saat Apel Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di GOR Nan Ompek, Kelurahan Tanjung Pauh, Jumat (5/6/2026). Kegiatan itu sekaligus menandai dimulainya berbagai program lingkungan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

Melalui Gerakan Payakumbuh Resik, masyarakat didorong untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memperluas penanaman pohon, serta memperkuat penerapan ekonomi sirkular guna mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Wali Kota Zulmaeta mengatakan gerakan tersebut diluncurkan sebagai respons terhadap berbagai tantangan lingkungan yang semakin kompleks, mulai dari persoalan sampah, pencemaran, hingga dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat.

“Sebagai kota yang terus bertumbuh, kita harus menyadari bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat ikut bergerak nyata menyukseskan Gerakan Payakumbuh Resik,” katanya.

Menurutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema Inspired by Nature, For Climate, and For Future. Di tingkat nasional, tema tersebut diterjemahkan melalui slogan Saatnya Bekerja untuk Iklim atau #NowForClimate sebagai ajakan untuk memperkuat aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

Baca Juga :  Oknum DPRD Lima Puluh Kota Diduga Digrebek Warga Saat Berada di Rumah Janda

Ia menjelaskan bahwa dunia saat ini menghadapi tiga tantangan besar yang saling berkaitan, yaitu perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan yang berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Masa depan iklim ditentukan oleh keputusan dan tindakan yang kita lakukan hari ini. Kita tidak bisa lagi hanya berbicara tanpa aksi nyata,” ujarnya.

Zulmaeta menambahkan, Gerakan Payakumbuh Resik dirancang sebagai gerakan kolaboratif dan berkelanjutan yang bertujuan membangun perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Gerakan tersebut juga menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh terhadap Gerakan Indonesia ASRI yang mendorong penguatan nilai-nilai ekologis dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai ekologis harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, hingga menjaga ruang hijau di lingkungan masing-masing,” katanya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Payakumbuh juga meluncurkan maskot Gerakan Payakumbuh Resik bernama SI-Lah (Siko Memilah) yang akan menjadi ikon kampanye edukasi lingkungan dan pemilahan sampah di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Terpilih secara aklamasi, Dewi Novita Pimpin ICF Kota Payakumbuh

Selain peluncuran gerakan dan maskot, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kota Payakumbuh juga diisi dengan penanaman pohon di kawasan GOR Nan Ompek, aksi gotong royong membersihkan lingkungan di sepanjang Batang Agam, serta pembagian tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat di Pasar Ibuh.

Wali Kota Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada petugas kebersihan, komunitas peduli lingkungan, aktivis lingkungan, pelajar, dan masyarakat yang selama ini berperan aktif menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Kota Payakumbuh.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang kuat, saya yakin Payakumbuh dapat menjadi kota yang bersih, sehat, dan berkontribusi dalam upaya pengendalian perubahan iklim,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Rida Ananda, para asisten, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah, serta perwakilan instansi dan komunitas lingkungan.

Pemerintah Kota Payakumbuh menargetkan Gerakan Payakumbuh Resik menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu memperkuat budaya peduli lingkungan, mengurangi timbulan sampah, memperluas ruang hijau, serta mendukung upaya pengendalian emisi melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Berita Terkait

Dana Talangan Rp593,5 Juta Baru Dikembalikan Setelah Diperiksa, Di Mana Pengawasan Selama Ini?
Dua Inovasi Pelajar Payakumbuh Lolos Final TTG Sumbar 2026
Payakumbuh Selangkah Lagi Terapkan Manajemen Talenta ASN, BKN Apresiasi Kesiapan Daerah
Payakumbuh Wakili Sumbar dalam Penilaian Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi 2026
Nil Maizar Resmi Kembali Tangani Semen Padang FC untuk Liga 2 Musim 2026/2027
Perubahan Perda Tirta Sago Mulai Dibahas, DPRD Soroti Tata Kelola dan Pelayanan Air
Pemko Payakumbuh Usulkan Perubahan Perda Perumda Tirta Sago untuk Perkuat Pelayanan Air Bersih
Pemko Payakumbuh Gelar PORSENI TK 2026, Wadah Pengembangan Karakter dan Kreativitas Anak Usia Dini

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:13 WIB

Dana Talangan Rp593,5 Juta Baru Dikembalikan Setelah Diperiksa, Di Mana Pengawasan Selama Ini?

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:32 WIB

Wali Kota Zulmaeta Luncurkan Gerakan Payakumbuh Resik pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:57 WIB

Payakumbuh Selangkah Lagi Terapkan Manajemen Talenta ASN, BKN Apresiasi Kesiapan Daerah

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:49 WIB

Payakumbuh Wakili Sumbar dalam Penilaian Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi 2026

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:06 WIB

Nil Maizar Resmi Kembali Tangani Semen Padang FC untuk Liga 2 Musim 2026/2027

Berita Terbaru