Mobil Dinas Dipakai untuk Kuliah dan Jalan Bersama Teman, Publik Pertanyakan Etika Ketua DPRD Limapuluh Kota

- Editor

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota — Kepercayaan publik kembali diuji. Mobil dinas jabatan Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Doni Ikhlas, viral setelah dipakai istrinya bersama sejumlah teman melakukan perjalanan ke Padang untuk urusan kuliah. Ironisnya, kendaraan pelat merah yang seharusnya digunakan untuk kepentingan negara itu justru terlihat dipakai layaknya mobil pribadi keluarga pejabat.

Dalam video yang beredar di media sosial, Toyota Camry hitam milik Ketua DPRD melintas di jalan nasional hingga Tol Padang–Sicincin sambil direkam suasana perjalanan dan candaan di dalam mobil. Salah satu teman dari istri Ketua DPRD bahkan tampak ikut mengemudikan kendaraan dinas tersebut.

“Kita mau pergi kuliah sama ibuk. Nah ini ada driver pribadinya, sopir kedua,” terdengar dalam video yang kini menuai gelombang kritik publik.

Masyarakat menilai kejadian ini bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan cerminan buruk mental sebagian pejabat yang menganggap fasilitas negara dapat dipakai sesuka hati oleh keluarga. Publik mempertanyakan bagaimana mungkin kendaraan yang dibeli dari uang rakyat bisa dipakai untuk kepentingan pribadi, bahkan diberikan kepada orang lain untuk dikendarai.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Kawal Langsung Kafilah, Lima Puluh Kota Raih Juara Umum MTQ Sumbar 2025

“Kalau rakyat kecil pinjam motor teman tanpa surat bisa ditilang. Tapi mobil negara dipakai jalan-jalan dan sopirnya teman keluarga pejabat, cukup minta maaf lalu selesai?” tulis seorang warga di media sosial.

Doni Ikhlas memang telah meminta maaf dan mengaku lalai. Ia beralasan sopir pribadi sedang sakit sementara dirinya berada di luar kota untuk urusan dinas. Namun alasan tersebut justru dinilai semakin memperlihatkan betapa longgarnya pengawasan penggunaan aset negara di lingkungan pejabat.

Publik menilai persoalan ini tidak bisa ditutup hanya dengan permintaan maaf formal. Sebab yang dipersoalkan bukan hanya penggunaan mobil, tetapi rusaknya rasa keadilan masyarakat. Ketika rakyat diminta disiplin membayar pajak dan mematuhi aturan, sebagian pejabat justru memperlihatkan gaya hidup yang memanfaatkan fasilitas negara untuk kenyamanan keluarga.

Baca Juga :  Kapolres 50 Kota Berikan Arahan kepada Personel Operasi Ketupat Singgalang 2026

Kritik juga mengarah pada lemahnya etika pejabat publik. Jabatan dianggap bukan lagi amanah, melainkan privilese yang bisa dinikmati lingkaran keluarga. Mobil dinas akhirnya tidak berbeda dengan kendaraan pribadi, hanya bedanya dibayar oleh uang rakyat.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi wajah pemerintahan daerah. Jika penyalahgunaan fasilitas negara terus dianggap kesalahan kecil yang cukup ditebus dengan kata “maaf”, maka publik akan semakin pesimis terhadap keseriusan pejabat menjaga amanah dan integritas.

Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit, pemandangan kendaraan negara dipakai untuk urusan pribadi terasa bukan sekadar pelanggaran etika, tetapi bentuk ketidakpekaan terhadap rakyat yang membiayai seluruh fasilitas tersebut.(rio)

Berita Terkait

Nagari Balai Panjang Tembus Seleksi Nasional, Wakili Sumbar di Ajang Desa Berprestasi 2026
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Kabut Asap Mengkhawatirkan, Ketua Komisi III DPRD Lima Puluh Kota Dorong Langkah Pencegahan
Banjir, Longsor Hingga Angin Kencang: Dinsos Lima Puluh Kota Pastikan Warga Selalu Terlindungi dari Pra Hingga Pascabencana
Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga
Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor
Kabut Asap Kian Pekat, Beni Murdani Dorong Pelajar di Kabupaten Lima Puluh Kota Belajar dari Rumah
204 Huntap di Koto Tinggi Mulai Dibangun, Bupati Safni: Ini Harapan Baru bagi Warga

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 21:40 WIB

Nagari Balai Panjang Tembus Seleksi Nasional, Wakili Sumbar di Ajang Desa Berprestasi 2026

Jumat, 11 September 2026 - 18:18 WIB

Kabut Asap Mengkhawatirkan, Ketua Komisi III DPRD Lima Puluh Kota Dorong Langkah Pencegahan

Rabu, 9 September 2026 - 14:56 WIB

Banjir, Longsor Hingga Angin Kencang: Dinsos Lima Puluh Kota Pastikan Warga Selalu Terlindungi dari Pra Hingga Pascabencana

Selasa, 8 September 2026 - 18:11 WIB

Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga

Selasa, 8 September 2026 - 11:42 WIB

Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor

Berita Terbaru