Payakumbuh ||Seorang pria yang mengaku sebagai oknum anggota sebuah LSM dilaporkan ke Mapolres Payakumbuh oleh Wartawan bernama Edwardi, pria bernama Agus Suprianto dilaporkan karena dinilai merendahkan dan menjatuhkan harga diri Edward diberbagai Media Sosial (Medsos) maupun Media Online, apalagi mata pelapor Edward dan rekannya diles/ditutup seperti pelaku tindak kejahatan.
Tidak itu saja, terlapor Agus yang kerap menantang Wartawan untuk Ado jotos/berkelahi itu, membangun narasi bahwa seolah-olah ia korban, padahal kenyataannya ia yang kerap menantang dan mengajak duel wartawan.
Pelapor dilakukan Edward, pada Selasa siang 17 Maret 2026 di SPKT Polres Payakumbuh. Dalam laporannnya ia menyebutkan bahwa peristiwa berawal pada Senin siang 16 Maret 2026, saat ia terlapor Agus menyebut seorang wartawan Arul dengan sebutan wartawan Bodrek, Edward yang saat itu melihat postingan itu, merespon karena merasa Agus sudah keterlaluan dan kerap menantang Wartawan.
” Iya, saya beberapa kali kerap melihat Agus merendahkan wartawan dan bahkan menantang berkelahi, kemarin saya melihat postingan yang bersangkutan disebuah group WA, ia merendahkan dan menyebut saudara Arul yang merupakan wartawan di Luak Limapuluh sebagai wartawan Bodrek, saya respon dengan membalas postingan itu dengan meminta ia (Agus tidak merendahkan orang, serta berkaca diri,”ucap Edward, Selasa siang usai membuat Laporan di Mapolres Payakumbuh.
Lenin jauh ia menjelaskan, terkait respon tersebut, Agus justru menantang dan kian mempertegas penghianaan terhadap wartawan, bahkan ia mengeluarkan nada menantang.
” Memang Inyo bondrek, tu apo urusan. Jo bg, kurang sonang bg (dia memang wartawan bodrek, apa urusan Abang, kurang senang abang,”tantangnya.
Persoalan antara Agus dan Edward tak hanya di dunia Maya, siangnya sekitar pukul 12.00 Wib, keduanya terlibat perang mulut dan cekcok, saat Edward mempertanyakan alasan Agus yang kerap menyebut wartawan Bodrex dan kerap menantang sejumlah wartawan untuk berkelahi. Agus yang mengendarai sepeda motor, saat meninggalkan Balai Wartawan sempat melontarkan kalimat kasar kepada Edward dan sejumlah wartawan lainnya.
” Iya, dia melontarkan kalimat (maaf) anjing kepada saya dan sejumlah anggota Balai Wartawan saat pergi menggunakan sepeda motornya. Puncaknya, selepas berbuka saya banyak melihat di Medsos dan Media online berita dan postingan yang merendahkan dan menyudutkan, apalagi mata saya dan teman diles/ditutup seperti pelaku kejahatan,”tambahnya.
Dengan pelaporan ini, Edward maupun puluhan Wartawan yang tergabung dalam Balai Wartawan (BW) Luak Limapuluh, berharap tidak ada lagi yang menghina wartawan maupun profesi wartawan, apalagi sampai menantang Adi jotos.
” Mudah-mudahan ini jadi pelajaran, bahwa tidak elok menghina seseorang maupun profesinya, apalagi untuk orang bernama Agus yang disebut kerap bermasalah dengan kepala OPD dan pihak lainnya.”harap Edward diamini puluhan anggota Balai Wartawan. (*)









