Satreskrim Polres 50 Kota Lakukan Penyelidikan Dugaan Peti Di Kapur IX, Kapolres Tegaskan Komitmen penegakan Hukum

- Editor

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lima Puluh Kota || Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres 50 Kota melaksanakan kegiatan penyelidikan terkait dugaan Tindak Pidana Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang berlokasi di Jorong Tanjung Jajaran dan Jorong Galuguah, Kenagarian Galuguah, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Jumat (27/02/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh KBO Reskrim Iptu Restu Guspriyoga, S.Tr.K., bersama Unit II Tipidter dan Tim Opsnal Satreskrim serta personel Polsek Kapur IX, sebagai tindak lanjut atas informasi masyarakat terkait adanya penambahan alat berat dan kembali beroperasinya aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah tersebut.

Sekira pukul 11.30 WIB, personel gabungan bergerak menuju lokasi pertama di Jorong Tanjung Jajaran. Dalam perjalanan, tim memperoleh informasi bahwa rencana kegiatan penyelidikan telah diketahui oleh masyarakat setempat.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 14.30 WIB, tim tidak menemukan keberadaan alat berat sebagaimana informasi awal. Namun demikian, ditemukan jejak serta lubang bekas galian alat berat dan satu buah selang warna merah sepanjang kurang lebih 10 meter yang diduga digunakan untuk mengalirkan material hasil tambang.

Di lokasi tersebut juga masih dijumpai sejumlah masyarakat yang melakukan penambangan secara manual menggunakan dulang tradisional. Dari hasil wawancara, masyarakat mengaku kembali melakukan aktivitas tersebut karena desakan ekonomi, serta rendahnya harga komoditas gambir yang selama ini menjadi mata pencaharian utama mereka.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kota Payakumbuh Buka Sakolah Nagori Koto Nan Godang

Personel gabungan kemudian memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat bahwa kegiatan penambangan tanpa izin merupakan perbuatan melawan hukum serta berpotensi merusak lingkungan. Tim juga mengingatkan agar masyarakat turut menjaga kelestarian lingkungan dan menempuh jalur perizinan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebelum meninggalkan lokasi, dilakukan pemasangan spanduk larangan aktivitas PETI.

Penelusuran Lokasi Kedua Sekira pukul 16.30 WIB, tim melanjutkan kegiatan ke lokasi kedua di Jorong Galuguah. Di lokasi ini juga tidak ditemukan alat berat, namun terdapat bekas galian, bekas pondok pekerja, serta box pengolahan hasil tambang.
Sebagai langkah penegakan hukum dan pencegahan, tim melakukan pembongkaran dan pembakaran terhadap pondok yang digunakan untuk aktivitas pengolahan hasil tambang serta memasang spanduk larangan penambangan tanpa izin di area tersebut.

Dalam pelaksanaan kegiatan, tim menghadapi beberapa kendala antara lain adanya dukungan sebagian masyarakat terhadap aktivitas penambangan ilegal, serta medan yang cukup berat dan sulit dijangkau. Untuk mencapai lokasi, personel harus menempuh perjalanan jauh dan menyeberangi sungai menggunakan sampan/perahu.

Baca Juga :  H. Nurkhalis Buka Kejurwil FORKI Se-Sumatera, 850 Karateka Bertanding

Kapolres 50 Kota, AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk aktivitas pertambangan tanpa izin di wilayah hukum Polres 50 Kota.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap aktivitas PETI. Penegakan hukum ini bukan semata-mata tindakan represif, tetapi juga untuk melindungi lingkungan hidup serta keselamatan masyarakat di sekitar lokasi tambang,” tegas Kapolres.

Beliau juga menambahkan bahwa pihak kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dengan memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat, namun apabila ditemukan unsur pidana dan keterlibatan pihak-pihak tertentu, maka proses hukum akan tetap ditegakkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam dan tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum. Mari kita cari solusi ekonomi yang tidak merusak lingkungan dan tetap sesuai aturan,” tutup Kapolres.

Satreskrim Polres 50 Kota akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan instansi terkait guna mencegah munculnya kembali aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota.(*)

Berita Terkait

Sosialisasi Perda Kesejahteraan Sosial, Hj. Aida Soroti Data Warga Miskin dan Validasi Penerima Bantuan
Borong Tiga Penghargaan! BPTU HPT Padang Mengatas Tunjukkan Kinerja Keuangan Berkelas
Dinas TPHP Lima Puluh Kota Matangkan Pelaksanaan Program Pertanian APBN dan APBD 2026, Siapkan Berbagai Bantuan untuk Petani
Tim Wasev Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Tinjau Pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0306/50 Kota
Ketika TNI dan Rakyat Membangun Harapan di Sarilamak: Kisah TMMD yang Mengubah Wajah Nagari
Rp13,8 Miliar Digelontorkan ke Sejumlah Ruas Jalan Akabiluru, Warga Jalan Rusak Pertanyakan Skala Prioritas Pemkab
Pohon Pisang Jadi Simbol Protes, Jalan Rusak di Lima Puluh Kota Kian Mempermalukan Kinerja Pemkab
Di Bawah Tebing Harau, Kader Demokrat Memungut Sampah dan Menanam Harapan untuk Alam

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Sosialisasi Perda Kesejahteraan Sosial, Hj. Aida Soroti Data Warga Miskin dan Validasi Penerima Bantuan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Borong Tiga Penghargaan! BPTU HPT Padang Mengatas Tunjukkan Kinerja Keuangan Berkelas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Dinas TPHP Lima Puluh Kota Matangkan Pelaksanaan Program Pertanian APBN dan APBD 2026, Siapkan Berbagai Bantuan untuk Petani

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Tim Wasev Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol Tinjau Pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0306/50 Kota

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:10 WIB

Ketika TNI dan Rakyat Membangun Harapan di Sarilamak: Kisah TMMD yang Mengubah Wajah Nagari

Berita Terbaru