PAYAKUMBUH || Zulmaeta, dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) bergelar adat Datuak Rangkayo Basa, resmi menjabat sebagai Wali Kota Payakumbuh periode 2025–2030. Sosok berlatar belakang medis, akademisi, sekaligus pengusaha ini dikenal dekat dengan nilai-nilai pelayanan dan kemanusiaan.
Lahir pada 1 Mei 1964, Zulmaeta bersama wakilnya Elzadaswarman—pasangan yang dikenal dengan sebutan Zu–ZeMa—memenangkan Pilkada Serentak 2024. Penetapan pasangan ini dilakukan KPU Kota Payakumbuh pada awal Februari 2025. Keduanya kemudian dilantik secara resmi pada 20 Februari 2025, dilanjutkan dengan serah terima jabatan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh pada 3 Maret 2025.
Dalam sambutannya, Zulmaeta menegaskan bahwa jabatan wali kota merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, memberikan dukungan, serta menyampaikan kritik yang konstruktif demi kemajuan Kota Payakumbuh.
Pemerintahan Zulmaeta–Elzadaswarman mengusung visi “Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif.” Visi tersebut dijabarkan dalam RPJMD 2025–2029 dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM, pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan, serta pelayanan publik yang transparan dan akuntabel.
Sejak awal masa kepemimpinannya, Zulmaeta mulai mengambil langkah konkret, di antaranya pembangunan kantor lurah sebagai upaya memperkuat pelayanan publik di tingkat kelurahan. Ia juga menegaskan komitmen menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, termasuk memastikan proses pengangkatan pejabat ASN dan PPPK berlangsung tanpa pungutan.
“Jabatan Wali Kota Payakumbuh ini adalah amanah besar yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu, memberikan dukungan, serta menyampaikan kritik yang membangun demi kemajuan Payakumbuh,” ujar Zulmaeta.
“Kami berkomitmen menghadirkan Payakumbuh yang maju dan bermartabat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan UMKM, serta pelayanan publik yang transparan dan profesional,” kata Zulmaeta.
Sebagai seorang dokter, saya terbiasa bekerja dengan prinsip melayani dan mengutamakan kemanusiaan. Prinsip itu pula yang akan kami terapkan dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Payakumbuh,” tegas Zulmaeta.
Kami memastikan tidak ada pungutan dalam pengangkatan pejabat ASN maupun PPPK. Pemerintahan harus bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujarnya.
“Kami ingin Payakumbuh tumbuh sebagai kota yang humanis, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai adat serta budaya Minangkabau,” pungkas Zulmaeta.
Dengan latar belakang sebagai dokter yang lekat dengan nilai empati dan pengabdian, Zulmaeta diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat. Kepemimpinannya membawa harapan baru agar Payakumbuh tumbuh sebagai kota yang maju, humanis, serta tetap berakar kuat pada nilai budaya Minangkabau.(rio)









