Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Pemkab Agam Launching Program Sawah Pokok Murah

- Editor

Sabtu, 26 April 2025 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AGAM, — Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melaunching program Sawah Pokok Murah (SPM) di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Jumat (25/4/2025).

Program yang dicanangkan oleh Pemkab Agam ini juga serentak diluncurkan di 91 nagari.

“Program ini dilaunching untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai arahan presiden melalui ketahanan pangan,” ujar Mahyeldi dilansir dari amcnews.co.id pada Sabtu (26/4/2025).

Pada kesempatan itu, Mahyeldi mengapresiasi Pemkab Agam yang sudah meluncurkan program ini.

“SPM menjadi bukti inovasi yang membuat masyarakat petani bisa terbantu. Pemprov Sumbar mendukung program ini dengan memperbaiki fasilitas pertanian,” bebernya

Baca Juga :  Ijtihad Kontemporer: Antara Tradisi dan Inovasi

Selain itu, Mahyeldi meminta Pemnag juga mengalokasikan dana desa sebesar 20 persen mendukung program ini.

Bupati Agam Benni Warlis mengungkapkan bahwa, SPM sebagai salah satu upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Dengan program ini, petani bisa menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil panen hingga 30 persen,” tutur Benni.

Diketahui, inovasi Sawah Pokok Murah digagas oleh pakar pertanian Sumbar, IDjoni yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Pemprov Sumbar.

Ia melahirkan ide penghematan biaya produksi dengan meminimalisir penggunaan bahan kimia, pengolahan lahan hingga pembakaran jerami.

Baca Juga :  “Saya Hanya Punya Ibu”: Jeritan Hati Seorang Anak Bernama Zahira agar Sang Ibu Tak Dideportasi

Setelah panen, jerami dibiarkan melapuk dan tidak dibakar. Sawah langsung diolah tanpa dibajak hanya dengan membuat saluran air dan tanahnya ditaruh di bedeng-bedeng.

Penyemaian bibit juga langsung dilakukan. Ketika benih siap tanam dengan program benih sebatang, maka tidak perlu waktu lama melakukan proses pengolahan sawah pola membajak mencangkul merancah dan baru tanam.

Ketika air tidak menggenangi pangkal tanaman padi, maka tanaman padi tak disentuh hama. (*)

Berita Terkait

Banjir Bandang Kembali Terjang Muaro Pisang, Jalur Lubukbasung–Maninjau Putus Total
Gunung Marapi Erupsi Pagi Tadi, Abu Vulkanik Terpantau di Wilayah Batu Palano
Harimau Dilaporkan Muncul Melintasi Jalan di Palupuh, BKSDA Turunkan Tim Penanganan
Wanita Lansia Ditemukan Tewas Membusuk
Ratusan Siswa Keracunan MBG di Agam, LBH Padang Desak Negara Harus Bertanggung Jawab
110 Siswa Keracunan MBG di Kabupaten Agam, Pemkab Tetapkan KLB dan SPPG Ditutup Sementara
LBH Padang Soroti Dugaan Pelanggaran HAM pada Kasus Nur Amira
“Saya Hanya Punya Ibu”: Jeritan Hati Seorang Anak Bernama Zahira agar Sang Ibu Tak Dideportasi

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 18:55 WIB

Banjir Bandang Kembali Terjang Muaro Pisang, Jalur Lubukbasung–Maninjau Putus Total

Selasa, 14 Oktober 2025 - 19:16 WIB

Gunung Marapi Erupsi Pagi Tadi, Abu Vulkanik Terpantau di Wilayah Batu Palano

Selasa, 14 Oktober 2025 - 07:28 WIB

Harimau Dilaporkan Muncul Melintasi Jalan di Palupuh, BKSDA Turunkan Tim Penanganan

Senin, 13 Oktober 2025 - 23:14 WIB

Wanita Lansia Ditemukan Tewas Membusuk

Kamis, 2 Oktober 2025 - 19:09 WIB

Ratusan Siswa Keracunan MBG di Agam, LBH Padang Desak Negara Harus Bertanggung Jawab

Berita Terbaru

Payakumbuh

Capt. Harmen: Pers Harus Jadi Penjaga Akal Sehat Bangsa

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:39 WIB

Lima Puluh Kota

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan

Senin, 2 Feb 2026 - 10:49 WIB

Lima Puluh Kota

David Fery Andrio: Pers Sehat Penopang Demokrasi dan Ekonomi Daerah

Minggu, 1 Feb 2026 - 13:17 WIB