Payakumbuh — Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Payakumbuh, Afviandi, S.Pt., Datuak Itam, menyampaikan sikap tegas dan keras terhadap maraknya fenomena pergaulan bebas di kalangan generasi muda yang dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi merusak masa depan bangsa.
Ia menegaskan bahwa pergaulan bebas bukan lagi persoalan sepele, melainkan ancaman nyata yang dapat menghancurkan moral, masa depan pendidikan, hingga kehidupan sosial generasi penerus. Jika tidak ditangani secara serius dan bersama-sama, kondisi ini dapat berdampak luas terhadap kualitas sumber daya manusia di daerah.
“Ini bukan lagi sekadar isu sosial biasa. Ini adalah ancaman serius. Jika kita diam, maka kita sedang membiarkan generasi kita hancur perlahan,” tegasnya.
Afviandi menyebutkan bahwa berbagai dampak negatif dari pergaulan bebas sudah mulai terlihat, mulai dari meningkatnya kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, seks bebas, hingga putus sekolah. Ia menilai kondisi ini sebagai alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat untuk segera bertindak.
Ia juga mengkritisi sikap sebagian pihak yang masih abai dan cenderung menormalisasi perilaku menyimpang di kalangan remaja. Menurutnya, pembiaran adalah bentuk kegagalan bersama dalam menjaga masa depan generasi muda.
“Kita tidak boleh permisif. Jangan sampai nilai-nilai moral dan adat istiadat kita terkikis karena kelalaian kita sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa peran keluarga adalah garda terdepan dalam membentengi anak dari pengaruh negatif. Orang tua diminta lebih aktif mengawasi, mendidik, serta membangun komunikasi yang kuat dengan anak-anak mereka.
Selain itu, Afviandi juga mendorong pemerintah daerah, sekolah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap generasi muda, termasuk melalui program pendidikan karakter, kegiatan positif, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Ia bahkan meminta agar ada langkah konkret dan tegas dari pemerintah serta aparat terkait untuk menindak tegas segala bentuk aktivitas yang berpotensi merusak moral generasi muda.
“Kita butuh langkah nyata, bukan sekadar imbauan. Jika ada tempat atau aktivitas yang jelas-jelas merusak moral anak-anak kita, maka harus ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Afviandi mengajak seluruh masyarakat Kota Payakumbuh untuk tidak tinggal diam dan bersama-sama menjadi bagian dari solusi dalam menjaga generasi muda.
“Kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi? Ini tanggung jawab bersama. Kita harus selamatkan generasi muda hari ini, demi masa depan daerah dan bangsa,” pungkasnya.(rio)









