Dari Batang Sikali, Warga Tiaka Rajut Kebersamaan Lewat Lomba Mancing Ikan Larangan

- Editor

Minggu, 1 Februari 2026 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh || Di sepanjang aliran Sungai Batang Sikali, Kenagarian Tiaka, warga berkumpul bukan sekadar menyalurkan hobi memancing. Lomba mancing ikan larangan yang rutin digelar masyarakat setempat menjelma menjadi ruang perjumpaan, penguat kebersamaan, sekaligus sarana berbagi bagi sesama.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Hurisna Jamhur, Sabtu (31/1/2026). Lomba ini dilaksanakan tiga kali dalam setahun, dengan pola satu kali setiap pekan selama tiga pekan berturut-turut.

Dalam sambutannya, Hurisna menilai kegiatan ini sebagai pengingat bahwa kebersamaan sering tumbuh dari hal-hal sederhana.

“Kebersamaan tidak selalu lahir dari peristiwa besar. Ia tumbuh pelan dari ruang-ruang kecil, ketika warga mau berhenti sejenak, saling menyapa, dan menyadari bahwa mereka berbagi tempat hidup yang sama,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa makna ikan larangan melampaui sekadar aturan adat.

“Ikan larangan mengajarkan kita untuk menahan diri. Ada masa ketika alam dijaga, tidak diambil, agar pada waktunya ia bisa memberi manfaat bagi semua. Di situ ada nilai kesabaran, keadilan, dan tanggung jawab bersama,” kata Hurisna.

Baca Juga :  Gerebek Rumah di Bulakan Balai Kandi, Sat Narkoba Polres Payakumbuh Amankan Tiga Orang Terduga Pelaku

Menurutnya, selama masyarakat masih memiliki ruang untuk berkumpul dan berbagi tujuan, di situlah kekuatan sosial perlahan dibangun.

“Modal sosial yang paling berharga bukan pada apa yang kita miliki, tetapi pada kesediaan untuk saling menjaga dan memikirkan masa depan bersama,” tambahnya.

Ia menambahkan, kepercayaan sosial tidak dibangun dalam waktu singkat.

“Kepercayaan lahir dari kebiasaan saling hadir, dari kesediaan berbagi peran dan tanggung jawab, sekecil apa pun itu,” tuturnya.

Hurisna juga memandang kegiatan yang berpijak pada alam dan kehidupan sehari-hari sebagai bentuk pembangunan yang lebih utuh.

“Pembangunan sejatinya bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi tentang bagaimana manusia merasa terhubung—dengan sesama, dengan lingkungannya, dan dengan nilai-nilai yang mereka yakini,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Luncurkan GEMPITA BERSAMA, Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan Rumah

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tiaka, Sepriyendi, menjelaskan bahwa setiap peserta dikenakan biaya pendaftaran. Dana yang terkumpul dimanfaatkan untuk mendukung renovasi Masjid Muhsinin di depan Kantor Lurah Tiaka, sekaligus untuk santunan anak yatim piatu.

Selain berdimensi sosial dan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya warga menjaga dan menghidupkan kembali potensi alam Batang Sikali. Di sepanjang aliran sungai, warga telah menanam tanaman produktif yang hasilnya kelak dapat dimanfaatkan bersama.

Sebagai bentuk keberlanjutan, setiap lomba diakhiri dengan penebaran bibit ikan kembali ke sungai. Batang Sikali pun tidak hanya menjadi tempat memancing, tetapi juga ruang hidup yang dirawat bersama.

Dari Batang Sikali, warga Tiaka merajut kebersamaan dengan cara mereka sendiri—pelan, bersahaja, dan berakar pada kesadaran bahwa kehidupan bersama hanya dapat tumbuh jika dirawat secara kolektif. (*)

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terbaru