Pemko Payakumbuh Perkuat Transformasi Posyandu, Tingkatkan Kapasitas Kader Menuju Layanan Primer Berkualitas

- Editor

Kamis, 23 Juli 2026 - 22:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Kesehatan bersama Tim Pembina Posyandu menggelar rangkaian kegiatan Posyandu secara bertahap sepanjang Juli 2026. Kegiatan yang meliputi advokasi, koordinasi, bimbingan teknis, penilaian lomba Posyandu bidang kesehatan, serta temu kader Posyandu berprestasi bertujuan meningkatkan kapasitas kader sekaligus memperkuat kualitas layanan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.

Program tersebut merupakan bagian dari transformasi layanan primer yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta, yang menempatkan peningkatan kualitas pelayanan dasar sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

Puncak rangkaian kegiatan berlangsung di Aula Josrizal Zain, Lantai III Balai Kota Payakumbuh, Kamis (23/7/2026). Kegiatan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, Kepala DP3AP2KB, para camat, kepala puskesmas, lurah, Ketua TP Posyandu kecamatan dan kelurahan, serta kader Posyandu berprestasi dari seluruh Kota Payakumbuh.

Sebelumnya, pada 20–21 Juli 2026, Dinas Kesehatan telah melaksanakan Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis bagi Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan. Pelaksanaan dibagi berdasarkan wilayah, dengan peserta dari Kecamatan Payakumbuh Barat dan Selatan pada hari pertama, serta Kecamatan Payakumbuh Timur, Utara, dan Lamposi Tigo Nagori pada hari kedua.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala DP3AP2KB. Materi yang diberikan meliputi kebijakan transformasi Posyandu, penyusunan rencana kerja Tim Pembina Posyandu, diskusi interaktif, hingga penyelarasan program dengan rencana kerja TP Posyandu Bidang Kesehatan Kota Payakumbuh.

Baca Juga :  "𝐏𝐞𝐬𝐭𝐚 𝐊𝐨𝐥𝐚𝐛𝐨𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐃𝐢𝐠𝐢𝐭𝐚𝐥": 𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐟𝐨𝐫𝐦𝐚𝐬𝐢 𝐊𝐞𝐥𝐚𝐬 𝐏𝐚𝐬𝐢𝐟 𝐌𝐞𝐧𝐮𝐣𝐮 𝐏𝐞𝐦𝐛𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐌𝐞𝐧𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦

Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Payakumbuh, Nofriwandi, menjelaskan bahwa transformasi Posyandu kini mencakup tiga aspek utama, yakni transformasi pelayanan, transformasi kelembagaan, dan transformasi pembinaan.

Menurutnya, pelayanan Posyandu tidak lagi terbatas pada kesehatan ibu dan anak, tetapi telah diperluas mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

“Transformasi tersebut perlu diikuti dengan percepatan penataan kelembagaan, penguatan sinergi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas Posyandu dan Tim Pembina Posyandu agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Nofriwandi.

Ia juga menjelaskan, Posyandu kini telah bertransformasi menjadi lembaga kemasyarakatan kelurahan yang memiliki dasar hukum melalui Surat Keputusan Kepala Kelurahan dan menjadi mitra pemerintah dalam perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta, memberikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

“Keberhasilan Posyandu tidak mungkin dicapai tanpa dedikasi para kader yang selama ini mengabdikan tenaga, waktu, dan pikirannya dengan penuh keikhlasan untuk melayani masyarakat,” katanya.

Eni menegaskan, keikutsertaan Posyandu dalam lomba bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi menjadi sarana evaluasi untuk meningkatkan mutu pelayanan.

“Kami percaya setiap masukan dari tim penilai akan menjadi bekal berharga dalam mewujudkan Posyandu yang semakin maju, mandiri, aktif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, mengatakan transformasi kesehatan yang dijalankan Kementerian Kesehatan bertumpu pada enam pilar, salah satunya transformasi layanan primer.

Baca Juga :  Tol Padang-Sicincin Beroperasi 24 Maret-10 April 2025, Andre Rosiade: Dua Jalur Dibuka, Gratis

Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, pelayanan kesehatan primer dilaksanakan melalui puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Posyandu yang didukung tenaga kesehatan serta kader.

“Pada era transformasi layanan primer, Posyandu memberikan pelayanan kepada seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, anak prasekolah, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Pelayanan tersebut juga diperkuat melalui kunjungan rumah oleh kader dengan pendampingan tenaga kesehatan,” jelas dr. Yanti.

Ia menambahkan, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 juga mengamanatkan setiap unit pelayanan kesehatan di desa atau kelurahan didukung sedikitnya dua tenaga kesehatan dan dua kader.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, hingga tahun 2024 terdapat 171 Posyandu aktif yang seluruhnya telah menerapkan Posyandu Siklus Hidup, sebagai bentuk implementasi transformasi pelayanan kesehatan primer.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para peserta juga menyusun program kerja Tim Pembina Posyandu di tingkat kecamatan guna memperkuat kelembagaan, meningkatkan sinergi lintas sektor, serta mengembangkan kompetensi kader secara berkelanjutan, termasuk penguasaan 25 keterampilan dasar Posyandu.

Dengan penguatan kapasitas kader, kelembagaan Posyandu, serta integrasi enam bidang layanan dasar, Pemerintah Kota Payakumbuh optimistis pelayanan kesehatan primer akan semakin dekat, merata, dan berkualitas. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, memperkuat sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya Payakumbuh sebagai kota yang sehat, mandiri, dan sejahtera.(rio)

 

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terbaru