Komisi B DPRD Payakumbuh Dalami LKPJ 2025, Soroti UMKM hingga Investasi

- Editor

Senin, 20 April 2026 - 13:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Komisi B DPRD Kota Payakumbuh kembali menggelar rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) dalam rangka lanjutan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2025 dengan menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (2/4/2026).

Rapat tersebut diikuti oleh Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian.

Dalam forum itu, masing-masing OPD memaparkan pelaksanaan program, capaian kinerja, serta realisasi anggaran selama tahun 2025. Selain itu, turut dibahas berbagai tantangan yang dihadapi, khususnya dalam pengembangan sektor ekonomi, peningkatan investasi, serta penyerapan tenaga kerja di daerah.

Baca Juga :  Alia Efendi Dt. Bijayo Nan Mudo Resmi Jabat Ketua DPD NasDem Kabupaten Lima Puluh Kota

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Payakumbuh, Afviandi, S.Pt Datuak Itam, menegaskan pentingnya penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat. Ia juga menyoroti perlunya optimalisasi potensi pariwisata daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Penguatan UMKM harus menjadi prioritas, disertai dengan pengembangan sektor pariwisata yang terintegrasi. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain itu, Afviandi juga menekankan pentingnya kemudahan investasi melalui pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, iklim investasi yang kondusif akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Hurisna Jamhur Apresiasi GSA 4, Bersepeda Promosikan Wisata Payakumbuh

Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian didorong untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal serta memperkuat sektor industri yang mampu menyerap tenaga kerja.

Anggota DPRD lainnya turut memberikan berbagai masukan dan evaluasi terhadap kinerja OPD, guna memastikan program yang dijalankan benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Rapat kerja ini merupakan bagian dari rangkaian pembahasan Pansus LKPJ Wali Kota Payakumbuh Tahun 2025 yang dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan seluruh OPD terkait. Hasil pembahasan nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi DPRD sebagai bahan perbaikan kinerja pemerintah daerah ke depan.(rio)

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terbaru