BPBD Payakumbuh Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana bagi Siswa Disabilitas di SLB Aua Kuning

- Editor

Rabu, 8 April 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh terus memperkuat kesiapsiagaan bencana bagi kelompok rentan dengan menggelar sosialisasi mitigasi bencana dan simulasi evakuasi di Sekolah Luar Biasa (SLB) B Aua Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam mendorong penerapan mitigasi bencana yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menegaskan bahwa siswa SLB sebagai penyandang disabilitas membutuhkan pendekatan khusus dalam penanggulangan bencana.

“Kegiatan ini sangat penting karena siswa SLB memiliki keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik yang memerlukan metode khusus dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya, Rabu (08/04/2026).

Menurutnya, kelompok disabilitas kerap menghadapi hambatan saat berinteraksi dengan lingkungan, terutama dalam kondisi darurat yang menuntut respons cepat.

“Dalam situasi bencana, mereka berpotensi mengalami kesulitan untuk merespons dengan cepat. Karena itu, kami hadir memberikan pemahaman sekaligus keterampilan dasar penyelamatan diri,” tambahnya.

Baca Juga :  Aspirasi Warga Jadi Prioritas, DPRD Kawal Hasil Musrenbang Payakumbuh Utara

Devitra menekankan pentingnya edukasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis melalui simulasi langsung.

“Kami tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melakukan simulasi evakuasi agar siswa dan guru terbiasa serta tidak panik saat bencana terjadi,” jelasnya.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) ini diikuti 50 siswa dan 12 guru, selama tiga jam mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB.

Narasumber dari Tim Pusdalops BPBD Kota Payakumbuh, Meri Handayani, menjelaskan bahwa materi disusun secara sederhana dan aplikatif agar mudah dipahami.

“Materi mencakup pengenalan kelompok disabilitas dalam penanggulangan bencana, penanganan kelompok berisiko tinggi, serta penyusunan rencana evakuasi yang ramah disabilitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, simulasi menjadi bagian krusial untuk memberikan gambaran nyata kepada peserta.

“Kami melatih evakuasi mandiri dan evakuasi internal di lingkungan sekolah agar peserta tahu langkah yang harus dilakukan saat bencana,” katanya.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan

Sementara itu, Kepala SLB B Aua Kuning, Silvia Witvita, mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan sekolah.

“Kegiatan ini tergolong baru bagi kami, namun memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pemahaman kebencanaan,” ujarnya.

Ia menilai, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan siswa, tetapi juga meningkatkan kesiapan guru dalam menghadapi kondisi darurat.

“Siswa menjadi lebih paham, sementara guru semakin siap dalam mendampingi dan mengarahkan mereka,” katanya.

Ke depan, pihak sekolah berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin.

“Kami akan mengusulkan agar kegiatan seperti ini dilaksanakan setiap tiga bulan sekali agar kesiapsiagaan tetap terjaga,” tutupnya.

Selain itu, sekolah juga akan menyusun jalur evakuasi sesuai standar, mengingat sebagian siswa tinggal di asrama sehingga aspek keselamatan menjadi prioritas utama.

Berita Terkait

Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua
Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 11:05 WIB

Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Jumat, 18 September 2026 - 19:02 WIB

Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Berita Terbaru

Lima Puluh Kota

Arumi Family Kapur IX Sapu Bersih Dukate dan Liontin 3-0

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:59 WIB