Elzadaswarman: RKPD 2027 Harus Jawab Kebutuhan Nyata Masyarakat

- Editor

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh — Wakil Wali Kota Elzadaswarman menegaskan lima prioritas utama pembangunan daerah tahun 2027 dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 sekaligus Rembuk Stunting 2026 yang digelar di Aula Joserizal Zain, Balai Kota Payakumbuh, Senin (30/03/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Transformasi Sosial Ekonomi yang Inklusif dan Berdaya Saing Melalui Penguatan Kualitas SDM serta Kualitas Layanan Publik”, yang menjadi pijakan strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan dari tingkat kelurahan hingga kota, sekaligus sinkron dengan kebijakan provinsi dan nasional.

Elzadaswarman menyampaikan, perencanaan pembangunan dilakukan melalui pendekatan menyeluruh, yakni bottom-up, top-down, partisipatif, teknokratik, dan politis, dengan tetap mengacu pada target-target prioritas yang telah ditetapkan.

Secara umum, ia menyebut capaian indikator makro daerah menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 tercatat sebesar 3,55 persen, lebih tinggi dibandingkan Provinsi Sumatera Barat yang berada di angka 3,37 persen, meskipun masih di bawah capaian nasional sebesar 5,11 persen.

Baca Juga :  Fitrayanto S.E. Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 81,62, tingkat kemiskinan berada di angka 4,95 persen, pengangguran 4,96 persen, indeks gini 0,271, serta PDRB per kapita sebesar Rp66,037 juta.

“Ini menunjukkan kinerja pembangunan kita cukup baik, namun tetap perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Memasuki tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029, Pemko Payakumbuh menetapkan lima prioritas pembangunan. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak, sehat, dan berdaya saing. Kedua, penguatan ekonomi berbasis produk unggulan dan inovasi.

Prioritas ketiga difokuskan pada tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berkualitas, sejalan dengan komitmen Payakumbuh sebagai kota percontohan antikorupsi.

Sementara itu, prioritas keempat menitikberatkan pada penguatan kehidupan sosial budaya berbasis falsafah adat Minangkabau, Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Adapun prioritas kelima adalah pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan guna meningkatkan kualitas layanan publik.

Elzadaswarman juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional, mulai dari penanggulangan kemiskinan, ketahanan pangan, peningkatan akses pendidikan dan kesehatan, hingga percepatan penurunan stunting.

Baca Juga :  Ketua Komisi C DPRD Payakumbuh Fitrayanto Minta Disdik Tindak Dugaan Pungli Penjualan LKS di Sekolah

“Perencanaan pembangunan harus benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat dan mampu menjawab persoalan daerah secara tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Payakumbuh, Wirman Putra, menilai tema RKPD 2027 sudah relevan, namun perlu disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

“Kami berharap dokumen RKPD 2027 disusun secara realistis, terukur, dan tetap selaras dengan kebijakan provinsi maupun nasional,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran serta penguatan belanja publik agar pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.

“Harapan kami sederhana, setiap rencana yang disusun hari ini benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi menjadi bukti nyata kehadiran negara,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Bupati Lima Puluh Kota, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, organisasi perempuan, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat. (*)

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terbaru