KAHMI Pasang Sikap: Jangan Seret Organisasi, Kasus Asusila Biar Polisi Bongkar!

- Editor

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMA PULUH KOTA || KAHMI Kabupaten Limapuluh Kota akhirnya angkat bicara terkait polemik dugaan video asusila yang menyeret nama kepala daerah. Namun, organisasi alumni HMI itu menegaskan belum mengambil sikap resmi dan memilih menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada pihak kepolisian.

Dalam siaran pers yang diterima, Presidium KAHMI Limapuluh Kota menyatakan hingga kini organisasi belum mengeluarkan pernyataan resmi karena masih menghormati proses hukum yang tengah berjalan.

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas perkara tersebut,” demikian pernyataan Chairil Chan, S.Ag. ,Alfhia Parma, SH. dan Nuril Hidayati, S. Ag. selaku Presidium KAHMI.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 06 Guguk Monitor Penemuan Mayat Bayi Di Nagari VII Koto Talago 

KAHMI juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan organisasi tersebut. Mereka menegaskan setiap sikap resmi KAHMI harus melalui mekanisme rapat dan keputusan bersama.

“Jika ada pihak yang mengatasnamakan KAHMI dan menyampaikan pendapat terkait persoalan ini, itu bukanlah sikap resmi organisasi,” tegas Presidium.

Sementara itu, Ketua Perwanaliko Limapuluh Kota yang juga Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), Idris, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas daerah di tengah mencuatnya isu tersebut.

Menurutnya, KAHMI tidak ingin terseret dalam arus yang justru dapat memperkeruh situasi yang selama ini sudah berjalan kondusif di Kabupaten Limapuluh Kota.

“KAHMI tidak pernah mau masuk ke dalam arus yang bisa memperkeruh suasana. Kita ingin kondisi daerah tetap kondusif demi keberlanjutan pembangunan ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Pawai Alegoris di Kota Payakumbuh Ramai, Warga Tumpah Ruah ke Jalan

Ia juga menilai isu yang berkembang saat ini berpotensi dimanfaatkan oleh berbagai pihak untuk kepentingan tertentu. Karena itu, ia mengajak semua elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam dinamika yang tidak produktif.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah sinergi dan konsistensi dalam membangun daerah, bukan sibuk dengan berbagai isu yang justru memecah fokus pembangunan,” tambahnya.

Diketahui, polemik dugaan video asusila tersebut kini telah masuk ke ranah hukum dan tengah ditangani aparat kepolisian. Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlangsung.(rio)

Berita Terkait

Polsek Kapur IX Tangkap Pelaku Pencurian dengan Pemberatan di SDN 04 Sialang
kapolres 50 Kota Tinjau Arus Balik Lalin Sumbar–Riau, Pastikan Kelancaran Di Jalur Kelok IX
Lebaran 1447 H, H. Yos Sariadi Ajak Masyarakat Kembali ke Fitrah
Kapolres 50 Kota Berikan Arahan kepada Personel Operasi Ketupat Singgalang 2026
REFLEKSI SATU TAHUN SAKATO, ANTARA TANTANGAN PEMBANGUNAN DAN EFISIENSI ANGGARAN
Polres 50 Kota Raih Peringkat Ketiga Anev Kamtibmas Polda Sumbar
Kapolres 50 Kota Pimpin Upacara Sertijab Pejabat Utama dan Kapolsek Jajaran
Wendriadi Sampaikan Aspirasi Warga Galugua, Jalan 20 Km dan BTS Jadi Perhatian DPR RI Andre Rosiade

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 10:30 WIB

KAHMI Pasang Sikap: Jangan Seret Organisasi, Kasus Asusila Biar Polisi Bongkar!

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:33 WIB

Polsek Kapur IX Tangkap Pelaku Pencurian dengan Pemberatan di SDN 04 Sialang

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:16 WIB

Lebaran 1447 H, H. Yos Sariadi Ajak Masyarakat Kembali ke Fitrah

Kamis, 12 Maret 2026 - 13:03 WIB

Kapolres 50 Kota Berikan Arahan kepada Personel Operasi Ketupat Singgalang 2026

Rabu, 11 Maret 2026 - 18:42 WIB

REFLEKSI SATU TAHUN SAKATO, ANTARA TANTANGAN PEMBANGUNAN DAN EFISIENSI ANGGARAN

Berita Terbaru

Payakumbuh

Pemko Payakumbuh Perkuat Pengelolaan TKD untuk Mitigasi Bencana

Kamis, 26 Mar 2026 - 23:42 WIB