Limapuluh Kota || Duka mendalam menyelimuti Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, setelah dua orang anak asal Kota Padang Panjang meninggal dunia akibat tenggelam di Objek Wisata Pemandian Lembah Mangkisi, Minggu (8/2/2026).
Korban, seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, tenggelam saat berenang di kolam renang besar yang dipadati pengunjung. Warga yang melihat kejadian itu langsung melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama, sebelum korban dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa keduanya tidak tertolong.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan suasana pilu, disertai teriakan dan tangisan histeris keluarga saat korban diangkat dari kolam. Kepanikan sempat menyelimuti area pemandian.
Wali Nagari Balai Panjang, Idris, membenarkan peristiwa tersebut sekaligus menyampaikan belasungkawa mendalam.
“Atas nama pemerintah nagari, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Kami juga akan berkunjung ke rumah duka di Padang Panjang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung,” ujarnya.
Idris mengingatkan para pengunjung, khususnya orang tua, agar lebih ketat mengawasi anak-anak saat berada di kawasan wisata air.
“Jangan sampai lengah. Pengawasan orang tua sangat penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Idris menyoroti minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap pengelolaan dan keselamatan di kawasan objek wisata tersebut. Ia meminta agar Pemda lebih serius dalam pengembangan dan pengamanan Lembah Mangkisi.
“Kami dari nagari berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan objek wisata ini, baik dari sisi fasilitas, pengamanan, maupun sumber daya manusia, agar musibah seperti ini tidak terulang,” katanya.
Bahkan, menurut Idris, pihak nagari pernah mengajukan pelatihan penanggulangan bencana dan keselamatan, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.
“Untuk menghindari kejadian serupa, kami sudah pernah mengajukan pelatihan penanggulangan bencana, tapi sampai sekarang belum ada respon,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius akan pentingnya standar keselamatan di kawasan wisata, terutama yang melibatkan aktivitas air dan anak-anak.(rio)









