Payakumbuh || Anggota DPRD Kota Payakumbuh periode 2024–2029, Nasmi, menanggapi peringatan Hari Bela Negara yang diperingati setiap 19 Desember.
Pada tahun 2025, Hari Bela Negara diperingati pada Jumat (19/12/2025) dan menandai peringatan ke-77 tahun sejak pertama kali diperingati pada 1948.
“Bela negara merupakan sikap dan perilaku yang dijiwai oleh kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara,” ujar Nasmi, Jum,at siang.
Ia menegaskan bahwa upaya bela negara mencakup berbagai nilai fundamental, mulai dari cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, pengamalan Pancasila sebagai ideologi negara, hingga kerelaan berkorban demi bangsa dan negara.
“Bela negara bukan hanya soal pertahanan fisik, tetapi juga sikap dan kontribusi nyata setiap warga negara dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Nasmi yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PBB Kota Payakumbuh.
Terkait peringatan Hari Bela Negara 2025, Nasmi mengingatkan kembali latar belakang sejarahnya. Mengutip laman resmi Kementerian Kebudayaan, peringatan ini dilatarbelakangi peristiwa Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948.
Saat itu, Belanda melancarkan serangan ke Kota Yogyakarta yang berstatus sebagai ibu kota sementara Republik Indonesia. Sejumlah tokoh penting bangsa, di antaranya Presiden Ir. Soekarno, Wakil Presiden Drs. Mohammad Hatta, serta Perdana Menteri Mr. Sutan Syahrir, ditangkap, sehingga situasi pemerintahan nasional berada dalam kondisi kritis.
Dalam kondisi tersebut, Presiden Soekarno memberikan mandat penuh kepada Mr. Syafrudin Prawiranegara untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Padang, Sumatera Barat.
“Keberadaan PDRI menjadi bukti nyata kepada dunia internasional bahwa NKRI tetap eksis dan berdaulat, meskipun ibu kota negara dan para pemimpinnya ditawan oleh Belanda,” kata Nasmi.
Menurutnya, tujuan utama PDRI adalah menjaga kesinambungan pemerintahan, mengoordinasikan perjuangan, melanjutkan perang gerilya, serta memupuk moral dan semangat juang rakyat Indonesia.
Lebih lanjut, Nasmi menyoroti tema Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025, yakni “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”. Tema tersebut, menurutnya, mengandung pesan kuat agar seluruh warga negara terus menggelorakan semangat bela negara melalui kontribusi nyata di berbagai bidang.
“Implementasi bela negara harus diwujudkan dalam kerja nyata sesuai peran masing-masing, sehingga dapat mempercepat terwujudnya Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(rio)









