Masjid Musafir Payakumbuh Diresmikan, Dirancang Jadi Pusat Ibadah dan Aktivitas Kegiatan Umat

- Editor

Kamis, 18 Desember 2025 - 13:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh || Sebuah masjid megah bernama Masjid Musafir yang berlokasi di Jalan By Pass, Kelurahan Kubu Gadang, Kota Payakumbuh, mulai beroperasi setelah diresmikan pada Kamis (18/12/2025) pagi.

‎Masjid dengan konsep terbuka bagi musafir dan masyarakat umum ini diharapkan menjadi pusat ibadah sekaligus pusat aktivitas keagamaan dan sosial umat Islam.

‎Peresmian masjid tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh Fajri Nur, Kapolres Payakumbuh, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Payakumbuh, serta tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, dan bundo kanduang.

‎Juga terlihat hadir sejumlah tokoh masyarakat Kota Payakumbuh seperti mantan anggota DPRD yang juga Ketua DPC Partai Hanura, Basril Latief, mantan anggota DPRD, Maharnis Zul, komunitas organisasi masyarakat Warga Padang Cinta Damai (WPCD), puluhan wartawan Luak Limopuluah, serta sederet tokoh lainnya.

‎Masjid Musafir dibangun atas inisiatif Aldi Yunaldi, selaku Owner PCM dan Dedevi’s Advertising sebuah badan usaha yang bergerak di bidang iklan dan percetakan. Aldi sendiri, merupakan saudara kandung dari wartawan senior Luak Limopuluah, Doddy Sastra.

‎Menurut dia, proses pembangunan masjid ini telah dimulai sejak tiga tahun lalu dengan berbagai tahapan, termasuk pengerasan dan penimbunan tanah, mengingat kondisi lahan yang tergolong labil.

‎Aldi Yunaldi menyampaikan bahwa sejak awal, Masjid Musafir tidak dirancang hanya sebagai tempat pelaksanaan salat fardu. Masjid ini diharapkan dapat beroperasi selama 24 jam sebagai ruang ibadah yang nyaman bagi masyarakat dan para musafir.

Baca Juga :  Payakumbuh Timur Gelar Musrenbang 2025, Infrastruktur, Stunting, dan Sampah Jadi Perhatian

‎“Kami sudah menyiapkan personel untuk mengoperasionalkan masjid ini agar dapat digunakan sepanjang waktu. Harapannya, masjid ini benar-benar menjadi tempat singgah dan beribadah bagi siapa saja,” ujar Aldi dalam sambutannya.

‎Ia juga berharap Masjid Musafir dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi generasi muda Kota Payakumbuh. Berbagai kegiatan seperti majelis taklim, tabligh akbar, dan aktivitas keislaman lainnya direncanakan akan rutin dilaksanakan di masjid tersebut.

‎Kepala Kemenag Kota Payakumbuh melalui Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, Fajri Nur, menyebut Masjid Musafir memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar tempat ibadah.

‎Menurutnya, masjid idealnya menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

‎“Di masjid ini nantinya diharapkan juga ada Unit Pengumpul Zakat (UPZ), tempat penyaluran dan pengumpulan zakat, serta pengembangan wakaf. Ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan umat secara berkelanjutan,” kata Fajri.

‎Ia juga mengapresiasi kontribusi besar yang diberikan oleh Aldi Yunaldi dalam pembangunan masjid tersebut. Fajri menyebut, jika pembangunan masjid hanya mengandalkan sumbangan masyarakat, tentu membutuhkan waktu yang jauh lebih lama untuk dapat difungsikan.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan dan memakmurkan Masjid Musafir dengan berbagai kegiatan positif. Ia mencontohkan peran masjid pada masa Rasulullah SAW yang menjadi pusat berbagai aktivitas umat, termasuk pendidikan dan musyawarah.

Baca Juga :  Konsolidasi PPP Payakumbuh Diperkuat, Fitrayanto: Soliditas Struktur Jadi Kunci Hadapi Pemilu Mendatang

‎Sementara itu, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menyampaikan apresiasi tinggi atas pembangunan Masjid Musafir. Ia menilai tidak semua orang yang memiliki harta mendapatkan panggilan untuk membangun rumah ibadah yang megah dan representatif.

‎“Banyak orang memiliki kekayaan, tetapi tidak semua diberi panggilan untuk membangun rumah Allah. Apa yang dilakukan Bapak Aldi adalah pemikiran yang luar biasa,” ujar Elzadaswarman yang akrab disapa Om Zet.

‎Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan digital dan perubahan sosial, masjid perlu memiliki konsep yang adaptif. Ia menyoroti masih banyak masjid yang hanya ramai pada waktu-waktu tertentu, sementara di luar itu relatif sepi dari aktivitas.

‎Masjid Musafir, lanjutnya, hadir dengan konsep berbeda karena tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menyediakan fasilitas istirahat bagi para pengendara dan musafir. Hal ini diyakini akan meningkatkan tingkat kunjungan dan keterikatan masyarakat dengan masjid.

‎“Masjid ini disasar menjadi pusat pengembangan ekonomi, pendidikan, sosial, dan keagamaan. Pemerintah Kota Payakumbuh mengapresiasi penuh pembangunan Masjid Musafir ini,” kata Om Zet.

‎Ia berharap Masjid Musafir ke depan selalu ramai dan menjadi pusat aktivitas umat Islam setiap hari. Pemerintah daerah, kata dia, mendoakan agar niat baik pendiri masjid dibalas Allah SWT dengan pahala yang berlipat ganda. (*)

Berita Terkait

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terbaru