Seminar Literasi Digital di Payakumbuh, Anggota DPR RI Ir Mulyadi Dorong Netizen Beretika dan Bertanggung Jawab ‎

- Editor

Rabu, 17 Desember 2025 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH || Fenomena maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan konten provokatif di media sosial menjadi perhatian serius dalam Seminar Literasi Digital bertema “Menjadi Netizen yang Beretika” yang digelar di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Payakumbuh, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kecamatan Payakumbuh Timur, Rabu (17/12/2025).

‎Seminar literasi digital tersebut dibuka oleh Ir. Mulyadi yang tercatat sebagai anggota Komisi I DPR RI. Ia menyebut seminar digelar melalui kerjasama Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. Sebelumnya, di sesi pembukaan menteri Komdigi, Meutya Hafid, juga sempat menyampaikan sambutan secara online.

‎Mulyadi, tampak hadir bersama Ketua DPC Partai Demokrat Kota Payakumbuh Ridwan Sabirin, Bendahara DPD Partai Demokrat Sumatera Barat, Darman Sahladi, serta dihadiri sejumlah anggota DPRD Fraksi Demokrat, Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

‎Dalam sambutannya, Mulyadi mengungkapkan bahwa lebih dari 70 persen masyarakat Indonesia saat ini aktif di ruang digital dan media sosial. Aktivitas tersebut, menurutnya, semakin masif saat momentum politik seperti pemilu dan pilkada, sehingga berpotensi memicu penyebaran hoaks dan konflik di tengah masyarakat.

‎“Banyak politisi sudah menjadi korban hoaks. Artinya, ruang digital kita memang perlu dikendalikan agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu,” kata Mulyadi.

‎Ia menilai dampak negatif ruang digital kini semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, negara dinilai perlu hadir melalui sosialisasi dan regulasi yang lebih komprehensif agar ruang digital tidak menjadi sarana penyebaran kebencian dan provokasi.

‎Mulyadi juga menyoroti penggunaan media sosial oleh anak-anak di bawah usia 17 tahun. Ia menyebutkan bahwa di beberapa negara, seperti Australia, pembatasan tersebut telah diberlakukan karena dampak negatifnya yang serius terhadap perilaku anak.

‎“Peraturan perundang-undangan kita saat ini belum sepenuhnya mengakomodasi persoalan digital, termasuk dampak perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Ini perlu dipikirkan payung hukum yang lebih kuat,” ujarnya.

‎Meski ruang digital bersifat bebas, Mulyadi menegaskan bahwa etika harus tetap menjadi batasan utama. Konten yang berpotensi memicu kegaduhan, konflik sosial, bahkan bentrokan fisik, menurutnya, harus diantisipasi melalui literasi dan edukasi digital yang berkelanjutan.

‎Ia juga mengaitkan etika digital dengan nilai-nilai kearifan lokal di Sumatera Barat, seperti falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, yang seharusnya menjadi pedoman dalam berinteraksi di ruang digital.

‎“Konsekuensi hukumnya sangat berat. Jika tidak berhati-hati, konten yang kita unggah bisa berujung pada laporan hukum,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Mulyadi mendorong generasi muda untuk menjadi aktor utama dalam menciptakan ruang digital yang sehat, bermartabat, dan berorientasi pada persatuan. Ia juga menekankan peran media massa sebagai penjaga demokrasi dan kontrol sosial yang konstruktif di ruang digital.

‎Seminar ini menghadirkan Ade Suhendra, konten kreator sekaligus founder Sudut Media, sebagai pemateri pertama yang membahas ‘Etika Digital dalam Praktik Sehari-hari’. Ade menekankan pentingnya verifikasi sumber informasi, menghindari plagiarisme, serta tidak menyebarkan hoaks dan konten provokatif.

‎Sementara itu, pemateri kedua disampaikan, Ketua KNPI Kota Payakumbuh, Rahmanda Fajri. Ia menyoroti peran generasi muda dalam membangun ekosistem digital yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya arus informasi.(Rio)

Baca Juga :  Wawako Payakumbuh Elzadaswarman Resmikan Coding dan Robotic Academy

Berita Terkait

19 Anggota PWI Muda Luak Limopuluah Dukung Penuh Aspon Dedi Dua Periode
Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua
Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:26 WIB

19 Anggota PWI Muda Luak Limopuluah Dukung Penuh Aspon Dedi Dua Periode

Senin, 21 September 2026 - 11:05 WIB

Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Berita Terbaru

Lima Puluh Kota

19 Anggota PWI Muda Luak Limopuluah Dukung Penuh Aspon Dedi Dua Periode

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:26 WIB

Lima Puluh Kota

Arumi Family Kapur IX Sapu Bersih Dukate dan Liontin 3-0

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:59 WIB