3 Jenis Penyu Langka Datangi Kawasan Konservasi Amping Parak

- Editor

Kamis, 3 Juli 2025 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Selatan, — Ketua Laskar Turtle Camp (LTC) Amping Parak, Haridman, menyampaikan bahwa kawasan konservasi Pantai Penyu di Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), sudah disinggahi tiga jenis penyu langka untuk bertelur.

Dijelaskannya bahwa pengembagan pantai itu sebagai kawasan konservasi penyu mulai dilakukan sejak tahun 2015, setelah sebelumnya digagas tahun 2012.

“Saat ini sudah terdapat tiga jenis penyu langka yang mendarat di kawasan ini untuk bertelur,” katanya dikutip dari laman pemda, Kamis (3/7/2025).

Diungkapkannya bahwa semua itu tercapai berkat dukungan dari semua komponen yang ada di nagari. Termasuk juga pemerintah daerah serta berbagai lembaga terkait lainnya.

“Berkat dukungan itu, sehingga kawasan konservasi Pantai Penyu LTC Amping Parak terus berkembang dengan berbagai sarana dan prasarana penunjangnya. Saat ini sudah terdapat beberapa jenis penyu langka yang mendarat untuk bertelur. Diantaranya, penyu jenis lekang, sisik dan penyu hijau,” jelasnya.

Dingkapkannya bahwa berbagai jenis penyu langka itu diketahui mendarat ketika anggota LTC melakukan ronda rutin, dan untuk melakukan survei tracking penyu.

“Kami menyaksikan penyu-penyu langka itu telah kembali bertelur di kawasan pantai ini sejak beberapa bulan terakhir,” kata Rino Viki, Sekretris LTC menambahkan.

Baca Juga :  Siswa Asal Pessel Habib Burhan Terpilih Sebagai Calon Paskibraka Nasional

Kepala Dinas Perikanan Pessel, Firdaus, ketika dihubungi menjelaskan bahwa mendaratnya kembali berbagai jenis penyu di Amping Parak disebabkan gencarnya kampanye perlindungan penyu di kawasan tersebut oleh penggerak konservasi penyu LTC di Amping Parak.

“Sekarang kegiatan pencarian telur penyu oleh masyarakat telah turun drastis, sehingga penyu nyaman untuk mendarat,” katanya.

Firdaus menyebutkan bahwa saat ini ada enam jenis penyu yang sudah diambang kepunahan di Indonesia. Enam jenis penyu yang diambang punah tersebut adalah, penyu hijau, penyu sisik, penyu tempayan, penyu belimbing, penyu ridel dan penyu pipih. Seluruh jenis penyu itu sebetulnya terdapat di Pesisir Selatan.

“Penyu merupakan jenis ikan yang dilindungi berdasarkan ketentuan hukum nasional dan internasional. Enam jenis penyu kini terancam punah akibat aktivitas manusia. Pemerintah melalui petugas perikanan dan pemberdayaan kelompok masyarakat terus berupaya mensosialisasikan penyelamatan penyu salah satu yang berhasil saat ini adalah LTC Amping Parak,” jelasnya.

Disebutkannya peraturan tentang perlindungan hewan langka ini tertuang dalam UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi SD hayati dan ekosistemnya. UU No 31 tahun 2004 tentang perikanan, PP No 60 tahun 2007 tentang konservasi sumber daya ikan.

Baca Juga :  Jalan Lintas Sumatera di Pesisir Selatan bisa dilalui pasca Longsor

“Pemerintah akan menindak tegas pelaku yang memanfaatkan dan perdagangan penyu, telur, bagian tubuh atau produk turunannya,” ujarnya.

Ditambahkan Firdaus bahwa saat ini Pessel punya penangkaran penyu di Pulau Karabak Ketek dan beberapa pulau lainnya dan telah mulai membuahkan hasil. Selain itu, dengan adanya penangkaran penyu, kesadaran warga untuk melestarikan hewan dilindungi itu mulai meningkat.

Dijelaskan lagi bahwa pulau-pulau yang dijadikan sebagai penangkaran itu, sekarang telah kembali banyak didatangi penyu.

“Pantauan kami, di pulau atau kawasan yang dijadikan penangkaran, rata rata penyu yang mendarat sudah mencapai sepuluh ekor setiap malam saat musim peneluran,” jelasnya.

Kondisi itu katanya jauh berbeda dengan sebelum adanya kawasan penangkaran penyu.

“Sebab dengan adanya kawasan penangkaran penyu ini, banyak tukik yang dilestarikan itu tumbuh menjadi penyu dewasa dan kembali bertelur ketempat semula ditetaskan,” tutupnya. (*/)

Berita Terkait

Siswa Asal Pessel Habib Burhan Terpilih Sebagai Calon Paskibraka Nasional
Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Pesisir Selatan: Terungkap Tersangka Makan Daging Korban
Jalan Lintas Sumatera di Pesisir Selatan bisa dilalui pasca Longsor
4 Hari Pencarian, 2 Korban Hanyut di Pesisir Selatan Ditemukan Meninggal

Berita Terkait

Kamis, 3 Juli 2025 - 20:37 WIB

3 Jenis Penyu Langka Datangi Kawasan Konservasi Amping Parak

Kamis, 3 Juli 2025 - 16:24 WIB

Siswa Asal Pessel Habib Burhan Terpilih Sebagai Calon Paskibraka Nasional

Jumat, 13 Juni 2025 - 20:28 WIB

Rekonstruksi Kasus Mutilasi di Pesisir Selatan: Terungkap Tersangka Makan Daging Korban

Minggu, 19 Januari 2025 - 22:55 WIB

Jalan Lintas Sumatera di Pesisir Selatan bisa dilalui pasca Longsor

Kamis, 16 Januari 2025 - 09:52 WIB

4 Hari Pencarian, 2 Korban Hanyut di Pesisir Selatan Ditemukan Meninggal

Berita Terbaru

Payakumbuh

Capt. Harmen: Pers Harus Jadi Penjaga Akal Sehat Bangsa

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:39 WIB

Lima Puluh Kota

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan

Senin, 2 Feb 2026 - 10:49 WIB