“๐๐ž๐ฌ๐ญ๐š ๐Š๐จ๐ฅ๐š๐›๐จ๐ซ๐š๐ฌ๐ข ๐ƒ๐ข๐ ๐ข๐ญ๐š๐ฅ”: ๐“๐ซ๐š๐ง๐ฌ๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข ๐Š๐ž๐ฅ๐š๐ฌ ๐๐š๐ฌ๐ข๐Ÿ ๐Œ๐ž๐ง๐ฎ๐ฃ๐ฎ ๐๐ž๐ฆ๐›๐ž๐ฅ๐š๐ฃ๐š๐ซ๐š๐ง ๐Œ๐ž๐ง๐๐š๐ฅ๐š๐ฆ

- Editor

Rabu, 1 Oktober 2025 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh || Dalam kegiatan berbagi praktik baik di SMP Negeri 3 Payakumbuh pada Sabtu, 1 November 2025, Dina Delfina, S.Pd., seorang guru di sekolah tersebut, memaparkan sebuah inovasi yang berawal dari tantangan krusial di kelasnya.

Ia berkeinginan menerapkan Pembelajaran Mendalam (Deeper Learning) untuk menciptakan proses belajar yang esensialโ€”berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kondisi sebaliknya.

Proses pembelajaran cenderung didominasi oleh guru (teacher-centered), membuat peserta didik menjadi pasif. Aktivitas mereka terbatas pada mendengarkan, mencatat, dan meniru penyelesaian soal. Matematika pun dianggap sebagai pelajaran abstrak, membosankan, dan jauh dari kehidupan nyata, sehingga dicap sulit. Ditambah lagi, pemanfaatan teknologi digital edukatif masih sangat minim. Kondisi ini menjadi penghalang dalam implementasi tuntutan pendekatan pembelajaran mendalam.

Untuk mengatasi masalah ini, Dina merancang sebuah inovasi pedagogis yang bertujuan mengubah peserta didik pasif menjadi individu yang aktif, kolaboratif, dan mampu memahami konsep Matematika secara mendalam. Inovasi ini ia juluki sebagai “Pesta Kolaborasi Digital”.

Baca Juga :  Hurisna Jamhur: Musrenbang Bukan Seremonial, Program 2027 Harus Menjawab Kebutuhan Warga

Praktik ini diimplementasikan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan tema yang kontekstual dan relevan bagi siswa, yaitu “๐๐ž๐ญ๐ฎ๐š๐ฅ๐š๐ง๐ ๐š๐ง ๐๐ข๐ฌ๐ง๐ข๐ฌ ๐Œ๐ข๐ง๐ข๐ฆ๐š๐ซ๐ค๐ž๐ญ ๐’๐ž๐๐ž๐ซ๐ก๐š๐ง๐š”. Dalam pelaksanaannya, berbagai platform digital diintegrasikan, seperti ๐‘ฎ๐’๐’๐’ˆ๐’๐’† ๐‘ช๐’๐’‚๐’”๐’”๐’“๐’๐’๐’Ž, ๐‘ฎ๐’๐’๐’ˆ๐’๐’† ๐‘ญ๐’๐’“๐’Ž, ๐‘ธ๐’–๐’Š๐’›๐’›๐’Š๐’›, ๐‘ท๐’‚๐’…๐’๐’†๐’•, ๐’…๐’‚๐’ ๐‘พ๐’‰๐’†๐’†๐’ ๐’๐’‡ ๐‘ต๐’‚๐’Ž๐’†๐’”. Puncak kolaborasinya terjadi saat siswa memanfaatkan ๐‘ฎ๐’๐’๐’ˆ๐’๐’† ๐‘ซ๐’๐’„๐’” dan ๐‘ช๐’‚๐’๐’—๐’‚ secara kolaboratif. Ketua kelompok membagikan akses edit ke akun belajar.id anggota lainnya, memungkinkan mereka bekerja bersama secara efisien.

Hasilnya, terjadi transformasi signifikan di dalam kelas. Peran guru bergeser secara fundamental, dari penyampai materi menjadi fasilitator dan pembimbing. Hal ini memungkinkan pembelajaran berpusat pada siswa (๐’”๐’•๐’–๐’…๐’†๐’๐’•-๐’„๐’†๐’๐’•๐’†๐’“๐’†๐’…), di mana mereka menemukan konsep mereka sendiri.

Dampaknya bagi peserta didik sangat positif. Mereka menunjukkan peningkatan keterlibatan dan antusiasme yang tinggi, sebagaimana terkonfirmasi dari data refleksi di Padlet. Praktik ini juga terbukti berhasil memperkuat dimensi Profil Lulusan, khususnya pada aspek Kolaborasi (Gotong Royong), Penalaran Kritis, dan Kemandirian. Pemanfaatan co-editing di ๐‘ฎ๐’๐’๐’ˆ๐’๐’† ๐‘ซ๐’๐’„๐’” dan ๐‘ช๐’‚๐’๐’—๐’‚ tidak hanya meningkatkan efisiensi waktu pengerjaan proyek, tetapi juga mengasah keterampilan digital siswa.

Baca Juga :  Perumda Tirta Sago Kota Payakumbuh Raih Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi Tingkat Sumbar 2024

Secara keseluruhan, siswa mendapatkan pengalaman belajar yang kuat dan otentikโ€”mencakup proses memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan. Inovasi “Pesta Kolaborasi Digital” ini berhasil mewujudkan prinsip-prinsip Pembelajaran Mendalam: Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan.

Pembelajaran penting yang dapat dipetik dari praktik baik ini adalah bahwa persiapan guru merupakan pondasi utama keberhasilan. Persiapan ini mencakup dua hal krusial: penguasaan guru terhadap esensi pendekatan pembelajaran mendalam dan penguasaan terhadap berbagai aplikasi digital yang akan digunakan dalam pembelajaran.(rdk/rb)

Berita Terkait

Demokrat Sentil Keras Kinerja Pemko Payakumbuh: PAD Melampaui Target, Tapi Perencanaan Anggaran Dinilai Bermasalah
Fraksi PAN Keras! Pelantikan Direksi Tirta Sago Dinilai Langkahi Proses Hukum
PPP Soroti PAD, SILPA dan Kesejahteraan Guru Nonformal dalam Pertanggungjawaban APBD 2025
RSUD Dikeluhkan, PAD Mandek, Aset Terbengkalai: Fraksi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) Kuliti Kinerja Pemko Payakumbuh
Ainul Farhan: WTP dan Serapan Tinggi Tak Ada Artinya Jika Rakyat Belum Sejahtera
PKS “Semprot” Kinerja Pemko Payakumbuh, Anggaran Tak Terserap Jadi Sorotan
Fraksi Golkar Bintang Pembangunan Setujui APBD 2025, Nasmi Soroti Gaji Guru dan Ngalau Indah
Dukungan ke Aspon Dedi Menguat! Hery Muklis dan Sardi Nefri Dorong Dua Periode

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:38 WIB

Demokrat Sentil Keras Kinerja Pemko Payakumbuh: PAD Melampaui Target, Tapi Perencanaan Anggaran Dinilai Bermasalah

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:18 WIB

Fraksi PAN Keras! Pelantikan Direksi Tirta Sago Dinilai Langkahi Proses Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:07 WIB

PPP Soroti PAD, SILPA dan Kesejahteraan Guru Nonformal dalam Pertanggungjawaban APBD 2025

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:46 WIB

RSUD Dikeluhkan, PAD Mandek, Aset Terbengkalai: Fraksi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) Kuliti Kinerja Pemko Payakumbuh

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:09 WIB

Ainul Farhan: WTP dan Serapan Tinggi Tak Ada Artinya Jika Rakyat Belum Sejahtera

Berita Terbaru