Oleh: Wahyudi Thamrin, S.H., M.H.
Memperingati Hari Ulang Tahun ke-55 Kota Payakumbuh seharusnya menjadi momentum evaluasi kebijakan, bukan hanya perayaan simbolik. Usia yang matang menuntut kedewasaan dalam membaca tantangan dan keberanian untuk mengoreksi arah pembangunan apabila mulai melenceng dari kepentingan masyarakat luas.
Tidak dapat dipungkiri, Payakumbuh telah menunjukkan kemajuan signifikan dalam berbagai sektor. Namun, kemajuan itu belum sepenuhnya diiringi oleh kebijakan yang terukur, berkelanjutan, dan berkeadilan. Pembangunan fisik kerap lebih menonjol dibandingkan pembangunan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi rakyat.
Disrupsi digital dan perubahan ekonomi global menuntut pemerintah daerah bergerak lebih cepat dan adaptif. Sayangnya, kebijakan digitalisasi belum sepenuhnya menyentuh pelaku UMKM secara nyata. Banyak pelaku usaha kecil masih berjalan sendiri tanpa pendampingan yang sistematis, tanpa akses pembiayaan yang adil, dan tanpa perlindungan dari persaingan pasar yang tidak seimbang.
Di sisi lain, pelibatan generasi muda dalam perumusan kebijakan masih cenderung simbolik. Ruang partisipasi sering kali terbatas pada seremoni dan forum formal, bukan pada proses pengambilan keputusan yang substansial. Padahal, masa depan Payakumbuh sangat ditentukan oleh sejauh mana ide dan kreativitas anak muda difasilitasi secara nyata.
Kebijakan pembangunan juga perlu lebih sensitif terhadap identitas budaya. Modernisasi yang tidak berakar pada nilai lokal berisiko menciptakan kota yang maju secara infrastruktur, namun kehilangan karakter. Payakumbuh memiliki kekayaan budaya yang seharusnya menjadi dasar perencanaan tata kota, pariwisata, dan ekonomi kreatif, bukan sekadar ornamen pelengkap.
Pada usia ke-55 ini, Payakumbuh membutuhkan kebijakan yang berani berpihak pada rakyat: regulasi yang mempermudah UMKM naik kelas, transparansi anggaran yang dapat diakses publik, serta pembangunan yang merata hingga ke tingkat kelurahan. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kemajuan sejati bukan diukur dari seberapa cepat kota ini tumbuh, tetapi dari seberapa adil manfaat pembangunan itu dirasakan. Payakumbuh memiliki semua modal untuk menjadi role model kota yang humanis dan berdaya saing. Yang dibutuhkan kini adalah arah kebijakan yang jelas, konsisten, dan berani dikritisi.
Selamat ulang tahun ke-55 Kota Payakumbuh. Semoga momentum ini menjadi titik balik untuk menghadirkan pembangunan yang tidak hanya terlihat maju, tetapi juga terasa adil dan bermakna bagi warganya.(rio)









