LIMA PULUH KOTA – Kabut asap yang kian pekat di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota mulai memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang setiap hari harus beraktivitas dan mengikuti pembelajaran di sekolah. Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota dari Partai Demokrat, Dodi Arestu, A.Md., meminta pemerintah kabupaten, khususnya Dinas Pendidikan, segera mempertimbangkan penerapan pembelajaran secara daring guna melindungi peserta didik dari paparan asap.
Dodi menyampaikan imbauan tersebut pada Sabtu (17/10/2026). Menurutnya, ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap, keselamatan dan kesehatan anak didik harus menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah perlu mengambil langkah antisipatif agar kegiatan belajar mengajar tidak meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi siswa.
Ia meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Lima Puluh Kota mengevaluasi kondisi kabut asap di wilayah tersebut dan mempertimbangkan penyesuaian metode pembelajaran, termasuk pembelajaran jarak jauh atau daring, apabila kondisi udara dinilai tidak aman bagi peserta didik.
“Keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas. Kami meminta Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, khususnya Dinas Pendidikan, mempertimbangkan pembelajaran secara daring apabila kondisi kabut asap semakin pekat dan berisiko terhadap kesehatan siswa,” kata Dodi.
Selain meminta perhatian pemerintah daerah, Dodi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat kabut asap semakin tebal. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah juga diminta menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap.
Ia mengingatkan bahwa anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena lebih rentan mengalami dampak kesehatan akibat pencemaran udara.
Dodi juga menegaskan pentingnya upaya bersama untuk mencegah kondisi kabut asap semakin memburuk. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran hutan, lahan, kebun, maupun sampah secara terbuka. Jika menemukan indikasi kebakaran, warga diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Bagi pengendara, ia mengimbau agar mengurangi kecepatan kendaraan dan menyalakan lampu ketika jarak pandang terbatas. Masyarakat yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, iritasi mata, atau keluhan kesehatan lainnya setelah terpapar asap juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Dodi turut meminta seluruh wali nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota menyebarluaskan imbauan tersebut kepada masyarakat agar langkah perlindungan kesehatan dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Kita berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah sesuai kondisi di lapangan. Jangan sampai kesehatan anak-anak dan masyarakat terabaikan akibat kabut asap. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, sembari mengajak seluruh pihak menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran,” tutupnya.(rio)









