DPRD Kota Payakumbuh Dorong Pengembangan IPLT untuk Optimalkan Pengelolaan Limbah

- Editor

Senin, 10 Februari 2025 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, – Komisi C DPRD Kota Payakumbuh melakukan peninjauan langsung ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) pada Senin, (10/02/2025) untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan limbah serta mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi.

Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Komisi C, Fitrayanto, didampingi Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra. Turut hadir Wakil Ketua Komisi C, Febriadi, serta anggota H. Dahler, Mesrawati, dan Mardion Fernandes. Sekretaris DPRD beserta jajaran juga mengikuti kegiatan tersebut.

Dalam tinjauan lapangan, Komisi C menyoroti kapasitas IPLT yang dinilai belum optimal dalam melayani kebutuhan masyarakat. Ketua Komisi C, Fitrayanto, menegaskan perlunya pengembangan sistem pengolahan limbah agar lebih efektif dan efisien, terutama dalam menghadapi peningkatan volume limbah domestik.

“IPLT ini sudah cukup bagus, tetapi masih perlu pengembangan lebih lanjut, baik dari segi fasilitas maupun teknologi. Dengan sistem yang lebih modern dan kapasitas yang ditingkatkan, tentu manfaatnya akan lebih besar bagi masyarakat,” ujar Fitrayanto.

Baca Juga :  Pemkab Lima Puluh Kota Percepat Pemulihan Pascabencana, Salurkan Bantuan Rumah hingga Peralatan Rumah Tangga bagi Warga Terdampak

Wakil Ketua Komisi C, Febriadi, menambahkan bahwa pihaknya akan mengupayakan tambahan anggaran guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi IPLT.

“Kami akan berusaha mendorong agar sistem pengolahan limbah ini bisa lebih modern dan efisien. Jika anggaran memadai, tentu layanan kepada masyarakat akan semakin optimal,” katanya.

Selain membahas peningkatan kapasitas IPLT, Komisi C juga meninjau aspek lingkungan dan pemanfaatan hasil pengolahan limbah. Beberapa daerah seperti Depok dan Bogor dinilai memiliki sistem IPLT lebih maju, sementara Payakumbuh mengadopsi metode dari Lamongan dalam pemanfaatan pupuk hasil olahan limbah. Namun, karena perbedaan pola konsumsi, pupuk tersebut masih direkomendasikan untuk tanaman hias dan belum digunakan untuk tanaman pangan.

Anggota Komisi C, Dahler, menekankan bahwa pengelolaan IPLT harus lebih inovatif agar memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Ia berharap peningkatan fasilitas dan peralatan dapat segera terealisasi.

“Kami ingin melihat IPLT ini berkembang menjadi sistem yang lebih modern dan berdaya guna bagi masyarakat. Tidak hanya dalam hal sanitasi, tetapi juga dalam pemanfaatan limbah yang lebih maksimal,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Afviandi, S.Pt., Ucapkan Selamat Hari Tani Nasional 2025

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Payakumbuh, Marta Minanda, menjelaskan bahwa sistem septik tank dengan pipa yang sudah ada sejak 1997 belum berfungsi optimal.

“Usulan pengembangan telah diajukan sejak 2017, namun hingga kini masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal anggaran. Kapasitas yang ada saat ini sudah tidak mencukupi untuk melayani kebutuhan sedot tinja masyarakat. Tahun ini, kami mengalokasikan anggaran untuk meningkatkan kapasitas dari 15 meter kubik menjadi 30 meter kubik agar layanan dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.

Dengan adanya perhatian serius dari DPRD, diharapkan pengelolaan limbah di Kota Payakumbuh semakin baik, tidak hanya dalam aspek kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga dalam pemanfaatan hasil olahan limbah yang lebih bernilai guna. (*)

Berita Terkait

19 Anggota PWI Muda Luak Limopuluah Dukung Penuh Aspon Dedi Dua Periode
Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua
Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun
Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu
Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor
Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 18:26 WIB

19 Anggota PWI Muda Luak Limopuluah Dukung Penuh Aspon Dedi Dua Periode

Senin, 21 September 2026 - 11:05 WIB

Aspon Dedi “Popon” Ambil Formulir Calon Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Siap Bertarung untuk Periode Kedua

Sabtu, 19 September 2026 - 22:03 WIB

Hujan Iringi Pelepasan Jenazah Kadisnakerin Payakumbuh Yasril, Birokrat Senior Tutup Usia 57 Tahun

Jumat, 18 September 2026 - 21:58 WIB

Kontrak PPPK Paruh Waktu Payakumbuh Tak Lagi Sekadar Formalitas, Kinerja Jadi Penentu

Jumat, 18 September 2026 - 21:50 WIB

Petani Berdasi Mulai Bergerak, Pemko Payakumbuh Libatkan ASN Kendalikan Inflasi dari Halaman Kantor

Berita Terbaru

Lima Puluh Kota

19 Anggota PWI Muda Luak Limopuluah Dukung Penuh Aspon Dedi Dua Periode

Selasa, 22 Sep 2026 - 18:26 WIB

Lima Puluh Kota

Arumi Family Kapur IX Sapu Bersih Dukate dan Liontin 3-0

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:59 WIB