Payakumbuh || Anggota DPRD Kota Payakumbuh dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Capt. Harmen, M.Mar., menegaskan bahwa pers tidak boleh hanya menjadi penyampai informasi, tetapi harus menjadi penjaga akal sehat publik di tengah derasnya arus kepentingan politik, ekonomi, dan kekuasaan.
Pernyataan itu disampaikannya dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten serta Hari Ulang Tahun ke-4 Faktasumbar, dengan tema nasional: “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat.”
Menurut Capt. Harmen, di era banjir informasi dan maraknya hoaks, tantangan terbesar pers bukan lagi soal kecepatan, melainkan keberanian menjaga kebenaran.
“Pers hari ini berada di persimpangan: menjadi alat kekuasaan atau menjadi benteng nurani publik. Pers yang sehat tidak tunduk pada tekanan, tidak dibeli kepentingan, dan tidak takut pada kebenaran,” tegasnya.
Ia menyebut, pers memiliki posisi strategis dalam memastikan kebijakan publik tidak menyimpang dari kepentingan rakyat. Tanpa pers yang independen dan kritis, kata dia, demokrasi hanya akan menjadi formalitas tanpa substansi.
“Pers yang kuat akan melahirkan masyarakat yang cerdas, dan masyarakat yang cerdas adalah fondasi utama bangsa yang berdaulat,” lanjutnya.
Capt. Harmen juga menyoroti peran media lokal seperti Faktasumbar yang dinilainya berani mengangkat isu-isu daerah yang kerap luput dari perhatian media arus utama.
“Empat tahun Faktasumbar bukan sekadar usia, tapi bukti bahwa jurnalisme daerah masih memiliki daya juang. Media lokal adalah mata dan telinga rakyat di daerah,” ujarnya.
Ia berharap peringatan HPN tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat independensi pers, meningkatkan profesionalisme, dan menolak segala bentuk intervensi kekuasaan.
“Bangsa yang besar bukan yang menutup kritik, tetapi yang membuka ruang dialog. Pers adalah jembatan itu,” tutupnya.(rio)









