LIMAPULUH KOTA || Kabupaten Lima Puluh Kota memasuki babak baru pembinaan olahraga karate. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Kabupaten Lima Puluh Kota, Alia Efendi Datuak Bijayo Nan Mudo resmi terpilih sebagai Ketua Lemkari masa bakti 2026–2030.
Muscab yang digelar Jumat, 9 Januari 2026, di Gubuk Coffee Lesehan Afifah, Nagari Mungka, Kecamatan Mungka, berlangsung khidmat, tertib, dan demokratis. Seluruh peserta Muscab secara aklamasi memberikan mandat kepemimpinan kepada Alia Efendi untuk menakhodai Lemkari Lima Puluh Kota ke arah yang lebih progresif dan profesional.
Ketua Panitia Muscab, Yudi Fransisko, didampingi Sekretaris Suci Permata Sari, menyampaikan bahwa pelaksanaan Muscab mencerminkan soliditas internal Lemkari Lima Puluh Kota.
“Muscab ini diikuti jajaran pengurus, Majelis Sabuk Hitam, para pelatih, serta utusan dojo Lemkari se-Kabupaten Lima Puluh Kota. Kebersamaan antardojo menjadi kekuatan utama organisasi,” ujar Yudi.
Sebanyak 14 dojo hadir dalam Muscab, yakni Dojo Kodim 0306, Dojo Baranaga Lubuak Batingkok, Dojo Harimau Taeh Baruah, Dojo Prestasi Surya Permata Guguak VIII Koto, Dojo Libas 08 Koramil Akabiluru, Dojo AIKC Suliki, Dojo ASIK Team Simalanggang, Dojo Masjid Arrahim, Dojo Asal Tigo Balai, Dojo Sikabu-kabu, Dojo Mungka, Dojo Aie Putiah, Dojo Kantor Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, serta Dojo SDN 09 Guguak VIII Koto.
“Sementara Dojo Kapur IX berhalangan hadir, namun tetap menyatakan dukungan penuh terhadap hasil Muscab dan kepengurusan baru,” tambah Yudi.
Tokoh senior Lemkari Lima Puluh Kota, Masril Karan dan Indra Efendi, turut hadir dan mengapresiasi soliditas organisasi.
“Kami mengucapkan selamat kepada ketua terpilih. Semoga ke depan lahir generasi karateka yang mengharumkan nama daerah serta Lemkari tetap terjaga keberlanjutannya,” ujar Masril.
Apresiasi juga disampaikan Lemkari Provinsi Sumatera Barat melalui Wakil Ketua II Dwi Yanto dan Ketua Bidang Disiplin Faisal Taru.
“Lemkari Kabupaten Lima Puluh Kota secara konsisten mencatatkan prestasi di tingkat daerah, wilayah, hingga nasional. Ini bukti manajemen organisasi dan pembinaan atlet berjalan optimal,” kata Dwi Yanto.
Dalam sidang pleno yang dipimpin Ketua Harian Demisioner Egon Febri, dilaporkan bahwa jumlah anggota Lemkari Kabupaten Lima Puluh Kota per Januari 2026 mencapai sekitar 1.876 orang, mulai dari Sabuk Putih hingga Sabuk Hitam, termasuk sabuk hitam dari dojo khusus satuan TNI AD seperti Denzipur 2 Padang Mengatas dan Yonif 131 Braja Sakti. Selain itu, terdapat 90 karateka Sabuk Coklat yang diproyeksikan menjadi calon Sabuk Hitam.
Sementara itu, Ketua terpilih Alia Efendi Datuak Bijayo Nan Mudo menegaskan komitmennya menjadikan Lemkari Lima Puluh Kota sebagai organisasi yang unggul, inklusif, dan berprestasi.
“Terima kasih atas amanah ini. Insya Allah kami fokus pada pembinaan atlet berjenjang, peningkatan prestasi di berbagai level kejuaraan, serta penguatan disiplin, integritas, dan sportivitas generasi muda,” ujar Alia Efendi.
Ia menambahkan, Lemkari tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga semata, tetapi juga berperan aktif dalam kegiatan sosial.
“Lemkari bukan hanya mengejar medali, tetapi juga membangun karakter dan kontribusi sosial melalui karate,” tegasnya.
Dengan kepengurusan baru dan dukungan seluruh dojo, Lemkari Kabupaten Lima Puluh Kota optimistis melangkah lebih kencang dalam melahirkan atlet berprestasi sekaligus memperkokoh karate sebagai sarana pembinaan karakter dan kebanggaan daerah.









