Reses Afviandi di Limbukan: Warga Keluhkan Irigasi Persawahan, Nasib TPA Masih Menggantung

- Editor

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH — Persoalan irigasi persawahan hingga keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi sorotan utama dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Payakumbuh, Afviandi, S.Pt., Dt. Itam, bersama masyarakat Kelurahan Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang mereka hadapi. Afviandi yang merupakan Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Payakumbuh, Ketua Fraksi PKB, sekaligus Ketua DPC PKB Kota Payakumbuh, hadir didampingi Bendahara DPC PKB Kota Payakumbuh, Anjasmara dan Ketua Dewan Syura DPC PKB Kota Payakumbuh Drs. Hasmeldi.

Dalam sambutannya, Afviandi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial anggota dewan turun ke daerah pemilihan. Menurutnya, suara masyarakat harus menjadi bahan perjuangan di lembaga legislatif, terutama terhadap persoalan yang menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan ekonomi warga.

Salah satu persoalan yang paling mencuat adalah minimnya pasokan air untuk lahan persawahan, terutama ketika musim kemarau berlangsung panjang.

Baca Juga :  Menuju 100% Sampah Terkelola 2029, Payakumbuh Tancap Gas Benahi Sistem

Warga menyampaikan, keterbatasan air membuat sejumlah areal persawahan mengalami kekeringan. Kondisi tersebut bahkan berpotensi menyebabkan tanaman tidak dapat dipanen sehingga petani harus menanggung kerugian.

Keluhan ini dinilai bukan persoalan kecil. Jika persoalan irigasi tidak segera mendapatkan solusi, dampaknya tidak hanya terhadap hasil panen, tetapi juga terhadap keberlangsungan usaha tani dan perekonomian masyarakat.

“Ketika air tidak mencukupi, sawah kering, tanaman terancam gagal panen. Ini tentu menjadi persoalan serius bagi petani,” menjadi salah satu keresahan yang disampaikan masyarakat dalam forum tersebut.

Tak hanya soal pertanian, warga juga mempertanyakan kejelasan masa depan TPA yang selama ini masih menjadi tanda tanya.

Masyarakat menilai kondisi TPA semakin mengkhawatirkan, terlebih setelah sebelumnya terjadi longsor. Namun hingga kini, warga mengaku belum memperoleh kejelasan yang memadai mengenai langkah pemerintah terhadap persoalan tersebut.

Baca Juga :  Fitrayanto Jadikan Tahun 2026 Momentum Evaluasi dan Akselerasi Pembangunan Payakumbuh

Kekhawatiran warga pun semakin besar karena persoalan sampah berkaitan langsung dengan lingkungan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, mereka meminta pemerintah tidak membiarkan persoalan TPA berlarut-larut tanpa kepastian.

Menanggapi aspirasi tersebut, Afviandi menyatakan akan membawa persoalan TPA tersebut untuk dikonsultasikan bersama anggota DPRD Kota Payakumbuh guna melihat langkah konkret yang dapat dilakukan lembaga legislatif.

Ia meminta masyarakat tetap bersabar sembari proses pembahasan dan koordinasi dilakukan.

Bagi Afviandi, persoalan seperti irigasi dan TPA tidak boleh berhenti sebatas menjadi catatan dalam kegiatan reses. Aspirasi tersebut harus dikawal agar dapat ditemukan solusi yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Reses kali ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan dasar warga air untuk sawah dan kepastian pengelolaan sampah masih membutuhkan perhatian serius. Masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi juga kepastian langkah dan solusi nyata.(rio)

Berita Terkait

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial
Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan
Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan
Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet
Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh
Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:33 WIB

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh

Berita Terbaru