Honor Guru Ngaji Jadi Sorotan, Wirianto Siap Perjuangkan Aspirasi Pengajar MDA/TPA di Payobadar

- Editor

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH — Persoalan kesejahteraan guru ngaji kembali mencuat dalam kegiatan reses perorangan Anggota DPRD Kota Payakumbuh, Wirianto, S.Sos., Dt. Paduko Basa Marajo, di Halaman Masjid Al Hidayah Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Minggu (23/8/2026).

Di tengah tuntutan pembangunan fisik dan fasilitas umum, masyarakat justru menitipkan perhatian serius terhadap para guru ngaji yang setiap hari berada di garis depan membentuk karakter dan pendidikan keagamaan generasi muda.

Reses yang berlangsung di Halaman Masjid Al Hidayah tersebut dihadiri LPM, perangkat RT/RW, guru ngaji MDA/TPA, serta masyarakat setempat. Sejumlah aspirasi disampaikan secara langsung, mulai dari persoalan honor guru ngaji hingga kebutuhan infrastruktur lingkungan.

Salah seorang guru ngaji menyampaikan harapan agar persoalan honor guru ngaji dapat diperjuangkan. Menurutnya, perhatian terhadap guru ngaji penting karena mereka memiliki peran besar dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anak di lingkungan masyarakat.

Baca Juga :  KPU dan Bawaslu Serahkan Laporan Pertanggungjawaban Dana Hibah Pilkada ke Pemkab Limapuluh Kota

Aspirasi tersebut mendapat perhatian Wirianto. Ia menegaskan bahwa suara para guru ngaji merupakan bagian penting dari aspirasi masyarakat yang perlu diperjuangkan melalui jalur DPRD.

“Guru ngaji jangan hanya dilihat sebagai pengajar di masjid atau MDA/TPA. Mereka ikut membentuk karakter anak-anak kita. Karena itu, persoalan kesejahteraan dan honor mereka harus menjadi perhatian,” ujar Wirianto dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata berbicara tentang jalan, drainase maupun infrastruktur fisik. Pembangunan sumber daya manusia dan pembentukan karakter generasi muda juga harus mendapatkan perhatian yang seimbang.

Selain persoalan guru ngaji, masyarakat juga meminta perhatian terhadap sejumlah fasilitas umum, seperti drainase, banda cacing, penerangan lingkungan dan pemasangan speed bump rubber.

Kebutuhan speed bump dinilai cukup mendesak karena banyak anak-anak yang setiap hari pergi mengaji ke Masjid Al Hidayah. Kondisi minimnya rambu-rambu dan fasilitas keselamatan di sekitar kawasan tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan anak-anak ketika beraktivitas.

Baca Juga :  Pemko Payakumbuh Perkuat Pengendalian Program, Monev Triwulan I Soroti Capaian dan Kendala OPD

Wirianto menyatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi catatan penting untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.

“Kita tidak ingin aspirasi masyarakat hanya berhenti di forum reses. Apa yang disampaikan hari ini akan menjadi bahan untuk kita perjuangkan melalui lembaga DPRD, tentunya berdasarkan skala prioritas dan aturan yang berlaku,” katanya.

Ia berharap perhatian terhadap guru ngaji tidak berhenti pada momentum reses, tetapi dapat diwujudkan melalui kebijakan yang memberikan penghargaan dan dukungan lebih baik kepada para pengajar keagamaan.

Bagi masyarakat, guru ngaji bukan sekadar pengajar membaca Al-Qur’an. Mereka adalah bagian penting dari benteng moral anak-anak di tengah berbagai tantangan zaman.

Jika pembangunan ingin melahirkan generasi yang kuat, maka orang-orang yang mendidik akhlak dan agama generasi tersebut juga tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri.(rio)

Berita Terkait

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial
Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan
Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan
Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet
Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh
Pemko Payakumbuh Dukung Operasi Patuh Singgalang 2026, Keselamatan Pengendara Jadi Sorotan
Tokoh Muda Eko Cahyadi Gabung PPP, Fitrayanto Sambut Hangat Momentum Baru Politik Payakumbuh
Hafis Alfarisi, S.H.: Menjadi Pengacara Bukan Sekadar Tarif Perkara, Moralitas dan Keadilan Harus Diutamakan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:33 WIB

Satu Tahun Tiga Bulan Belum Tuntas, Kuasa Hukum Wartawan Pertanyakan Penerapan Pasal Penghinaan di Media Sosial

Rabu, 4 November 2026 - 00:45 WIB

Viral Konvoi Geng Motor Bawa Senjata Tajam, Afviandi Datuak Itam Minta Pemko Payakumbuh Turun Tangan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Perumda Tirta Sago Klarifikasi Isu Pelibatan Kejaksaan dalam Penagihan Tunggakan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Gienno Soundana Borong Empat Medali di Malaysia, Wali Kota Payakumbuh Instruksikan Disparpora Lebih Proaktif Dampingi Atlet

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Lantik 114 Pejabat, Zulmaeta Tegaskan Trilogi Zuzema: Jujur, Loyal, dan Profesional Jadi Harga Mati Birokrasi Payakumbuh

Berita Terbaru