PAYAKUMBUH — Kebakaran hebat melanda kawasan Padang Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh, Sabtu (15/8/2026) malam. Kobaran api terlihat membumbung tinggi dan masih berkobar saat petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Data sementara di lapangan mencatat sedikitnya 6 kepala keluarga (KK) dengan total 24 jiwa terdampak akibat musibah tersebut. Pendataan masih terus dilakukan guna memastikan kondisi seluruh warga, tempat tinggal yang terdampak, serta kebutuhan mendesak pasca kebakaran.
Sejumlah anak-anak dan pelajar juga tercatat menjadi bagian dari warga yang terdampak, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Dalam pendataan sementara, terdapat pelajar dari SD Negeri 24 Payakumbuh, SD Negeri 27 Payakumbuh, SMA Negeri 2 Payakumbuh, hingga mahasiswa perguruan tinggi di Payakumbuh.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh, Rida Ananda, turun langsung meninjau lokasi musibah untuk melihat kondisi warga dan memastikan penanganan berjalan cepat.
Dalam peninjauan tersebut, turut hadir Anggota DPRD Kota Payakumbuh Ryan Made Hanesty, S.E., Jen Zuldi Rozalim, S.H., Kepala BPBD Kota Payakumbuh, jajaran Damkar, Camat Payakumbuh Timur, serta lurah setempat.
Rida Ananda menegaskan, pemerintah daerah bergerak cepat dalam melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak. Langkah awal dilakukan melalui pendataan korban serta identifikasi kebutuhan warga untuk memastikan bantuan dapat segera diberikan.
Penanganan dilakukan secepat mungkin. Kita bersama tim di lapangan melakukan pendataan dan melihat langsung kebutuhan warga terdampak agar bantuan bisa segera disalurkan, ujar Rida Ananda saat meninjau lokasi.
Sementara itu, penyebab kebakaran serta jumlah bangunan yang terdampak masih menunggu hasil pendataan dan keterangan resmi dari pihak terkait.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait juga diharapkan segera memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, termasuk tempat tinggal sementara, makanan, pakaian, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak dan pelajar.
Pendataan korban dan kerugian masih berlangsung di lapangan. Jumlah warga terdampak maupun kebutuhan bantuan dapat berubah setelah proses verifikasi selesai.
Masyarakat di sekitar lokasi diimbau tetap waspada dan memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan pemadaman serta penanganan pascakebakaran.(rio)









