PAYAKUMBUH || Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaksanakan pada Senin, 8 Januari 2026, dengan total penerima manfaat sebanyak 3.515 orang di wilayah Kecamatan Payakumbuh Timur. Program ini menyasar peserta didik PAUD, SD, dan SMP sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda.
Penyaluran MBG dilaksanakan oleh SPPG Payakumbuh Timur Sicincin Yayasan Kemala Bhayangkari, yang beralamat di Jalan H. Agus Salim, Kelurahan Sicincin, Kota Payakumbuh, dengan mengusung tema “Sehat Hari Ini, Emas di 2045 Bersama MBG!”
Pelaksanaan MBG kali ini menjadi perdana di Tahun 2026 yang mengacu pada kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN), di mana menu makanan diwajibkan mengangkat kuliner tradisional daerah. Untuk wilayah Sumatera Barat, menu MBG didominasi oleh rendang sebagai ikon pangan lokal yang kaya protein dan bernilai gizi tinggi.
Adapun menu makan bergizi yang disalurkan pada hari ini terdiri dari:
- Nasi putih
- Rendang daging
- Tempe goreng sebagai sumber protein nabati.
- Sayur tumis wortel dan kol
- Buah jeruk sebagai pelengkap vitamin dan serat
- Air minum sehat
Menu tersebut disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang yang disesuaikan dengan kebutuhan energi dan nutrisi anak usia sekolah, sekaligus memperkenalkan kembali pangan lokal sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Koordinator SPPG Payakumbuh Timur Sicincin Yayasan Kemala Bhayangkari menyampaikan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi bangsa.
“Program Makan Bergizi Gratis ini bukan sekadar pembagian makanan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Anak-anak yang sehat hari ini adalah fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia menambahkan, sasaran program difokuskan pada peserta didik PAUD, SD, dan SMP, dengan distribusi yang dilakukan secara terjadwal, terkontrol, serta memperhatikan standar higienitas dan keamanan pangan.
Melalui program MBG yang dikombinasikan dengan menu tradisional khas daerah, diharapkan tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi anak dan konsentrasi belajar, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap pangan lokal serta membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini di lingkungan sekolah dan keluarga.(rio)









