PAYAKUMBUH || Tahun 2025 tinggal menghitung hari. Pergantian tahun menuju 2026 dimaknai sebagai momentum refleksi dan evaluasi diri, bukan sekadar perayaan seremonial.
Anggota DPRD Kota Payakumbuh periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Wakil Ketua Komisi B, Afviandi, S.Pt., Datuak Itam, mengatakan bahwa tahun baru seharusnya menjadi ruang muhasabah—proses menilai kembali apa yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025.
“Kebermaknaan muhasabah akan terwujud apabila kita memperoleh nilai tambah dari amaliyah dan ikhtiar yang telah dijalani,” ujar Afviandi, yang akrab disapa Andi. Selasa, (30/12/2025).
Menurutnya, refleksi ini berlaku bagi seluruh komponen bangsa, khususnya masyarakat Kota Payakumbuh. Tidak hanya pimpinan daerah yang dituntut memberi keteladanan, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat sesuai profesi masing-masing.
“Harapan kita bersama adalah meningkatnya kualitas hidup, terutama bagi generasi muda Payakumbuh,” lanjutnya.
Sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Payakumbuh, Afviandi menyambut tahun 2026 dengan harapan besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda, terutama dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta literasi dan artikulasi digital.
Hal tersebut, menurutnya, menjadi bekal penting dalam menyongsong bonus demografi dan era keemasan Indonesia 2045.
Namun demikian, Afviandi juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap dampak negatif globalisasi.
“Kita berharap bangsa ini, khususnya generasi muda, dijauhkan dari pengaruh buruk globalisasi seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, kriminalisasi perdagangan manusia, serta krisis identitas,” tegasnya. (rio)









