AGAM || Hujan deras yang kembali mengguyur Kabupaten Agam memicu banjir bandang susulan di kawasan Muaro Pisang, Jorong Pasa Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Minggu (28/12) sore. Akibat kejadian tersebut, akses jalan provinsi Lubukbasung–Maninjau kembali terputus total.
Kawasan Muaro Pisang diketahui menjadi salah satu titik paling rawan bencana. Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah ini setidaknya telah empat kali diterjang banjir bandang (galodo), yang menyebabkan puluhan rumah warga tertimbun lumpur dan bebatuan besar serta berulang kali memutus akses jalan provinsi.
Informasi yang dihimpun, banjir bandang kali ini dipicu hujan lebat yang disertai rapuhnya tebing perbukitan di kawasan Kelok 44. Luapan aliran sungai yang berhulu di perbukitan Kelok 28, wilayah Kuok II Koto, Kecamatan Matur, menghantam kawasan Muaro Pisang dengan membawa material berupa lumpur tebal, kayu, dan batu-batu besar.
Dalam dua hari terakhir, sejak Kamis (26/12), ruas jalan provinsi Lubukbasung–Maninjau, khususnya di kawasan BRI Lama, sudah beberapa kali ditutup sementara akibat material galodo menutupi badan jalan.
Hingga Minggu sore, proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan bantuan dua unit alat berat. Namun, hujan deras yang masih mengguyur kawasan tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra waspada.
“Proses pembersihan masih dilakukan oleh tim gabungan. Mudah-mudahan bisa segera diatasi sehingga akses jalan dapat kembali lancar,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. M. Lutfie, AR, saat memantau langsung proses pembersihan di lokasi banjir bandang Muaro Pisang, Maninjau.(rio)









