Rezka Oktoberia Tinjau Pembangunan Irigasi P3-TGAI di Limapuluh Kota dan Payakumbuh

- Editor

Senin, 8 September 2025 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Limapuluh Kota || Rezka Oktoberia meninjau langsung pelaksanaan pembangunan saluran irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, pada Sabtu (6/9). Dalam peninjauan tersebut, Rezka memastikan sebanyak 26 titik proyek irigasi yang tersebar di dua daerah tersebut berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan.

‎Tercatat, terdapat 20 titik pembangunan di Kabupaten Limapuluh Kota dan 6 titik di Kota Payakumbuh. Seluruh proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp195 juta per lokasi, yang bersumber dari Kementerian PUPR melalui aspirasi Rezka Oktoberia ketika masih menjabat sebagai Anggota DPR-RI.

‎Rezka menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmennya membangun kampung halaman, meski saat ini ia tidak lagi duduk di Senayan. “Bagaimanapun, Limapuluh Kota dan Payakumbuh adalah tanah kelahiran saya. Selama masih diberi kesempatan, saya ingin terus memberikan kontribusi nyata. Program P3-TGAI ini adalah bentuk kepedulian saya terhadap petani kita, agar air irigasi lebih merata dan produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujarnya.

‎Kegiatan peninjauan ini turut didampingi oleh Kapolsek beserta jajaran, wali nagari, Badan Musyawarah (Bamus) Nagari, serta para kepala jorong di lokasi masing-masing. Kehadiran unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat tersebut menambah semangat dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program.

‎Menurut Rezka, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program swakelola berbasis padat karya. “Ini bentuk kolaborasi yang baik. Aparat, nagari, dan masyarakat bekerja sama untuk memastikan program berjalan transparan dan tepat sasaran,” tegasnya.

Baca Juga :  Warga Usir Wakil Bupati Padang Pariaman di Kapalo Hilalang: Konflik Lahan yang Tak Kunjung Usai

‎Program Swakelola Berbasis Padat Karya

‎Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera Barat menjelaskan, program P3-TGAI berbeda dengan proyek kontraktual pada umumnya. Pembangunan dilakukan dengan sistem swakelola padat karya berbasis masyarakat. Perencanaan, pengerjaan, hingga pengawasan diserahkan kepada Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Gabungan P3A (GP3A), atau Induk P3A (IP3A).

‎“Proses pelaksanaan fisik di lapangan direncanakan selama 60 hari kalender oleh P3A, didampingi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Dari total anggaran Rp195 juta, sekitar 95 persen digunakan untuk fisik pekerjaan, sementara sisanya untuk persiapan administrasi, rapat, hingga laporan. Jadi program ini benar-benar dikelola oleh masyarakat sendiri,” jelasnya.

‎Dengan pola tersebut, diharapkan pembangunan saluran irigasi lebih efektif, tepat sasaran, serta mampu menumbuhkan rasa memiliki di kalangan petani. “Karena masyarakat yang merencanakan, mengerjakan, hingga mengawasi, maka hasilnya lebih transparan dan sesuai kebutuhan di lapangan,” tambahnya.

‎Petani Merasakan Manfaat Langsung

‎Ketua P3-TGAI Bangun Nagari dan Suka Damai, Medisa Putra dan Andi Zuhri AR, menyambut baik program ini. Menurut mereka, keterlibatan langsung petani dalam pembangunan membawa banyak keuntungan. “Sawah-sawah mereka akan lebih baik, karena saluran ini mereka sendiri yang membangun. Dengan begitu, tidak ada lagi saling menyalahkan jika air tidak mengalir ke sawah tertentu. Semua bisa merasakan manfaatnya secara merata,” kata Medisa putra dan Andi zuhri. AR, yang akrab disapa Medi dan Andin.

Baca Juga :  Danramil 05/Harau Tinjau Pembangunan KDKMP di Dua Nagari

‎Mereka juga menegaskan, program ini tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga membangun semangat gotong royong masyarakat. “Ini sekaligus mendidik petani kita agar lebih bertanggung jawab terhadap jaringan irigasi yang ada. Karena mereka yang mengerjakan, otomatis mereka juga akan menjaga dan merawatnya,” tambahnya.

‎Dorong Ketahanan Pangan

‎Rezka menilai, program P3-TGAI sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan. Distribusi air yang merata diyakini akan meningkatkan produktivitas pertanian, terutama padi, yang menjadi tulang punggung pangan di Sumatera Barat.

‎“Kalau irigasi berjalan lancar, maka hasil panen akan meningkat. Kita berharap sawah-sawah di Limapuluh Kota dan Payakumbuh menjadi lebih produktif, sehingga kesejahteraan petani ikut terdongkrak. Pada akhirnya, ketahanan pangan daerah bahkan nasional bisa terjaga,” ungkap Rezka.

‎Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program P3-TGAI di Sumatera Barat telah memasuki tahap ketiga pelaksanaan. Melalui berbagai tahap tersebut, program dinilai sukses meningkatkan kualitas infrastruktur pertanian sekaligus menumbuhkan peran aktif masyarakat dalam pembangunan.

‎“Program ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan juga pemberdayaan. Saya percaya, dengan semangat gotong royong dan keterlibatan masyarakat, hasilnya akan lebih maksimal dan berkelanjutan,” pungkas Rezka.

Berita Terkait

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan
David Fery Andrio: Pers Sehat Penopang Demokrasi dan Ekonomi Daerah
Kapolres 50 Kota Laksanakan Wakuntoh dan Audiensi Bersama Dinas Pangan, Perkuat Program MBG
Anggota DPRD Lima Puluh Kota Siska Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar
Warga Jorong Belubus Desak Penutupan Tambang Pasir Ilegal
Solidaritas Guru Nasional, PGRI Sumbar–Sijunjung Bantu Guru Korban Bencana di Limapuluh Kota
Satresnarkoba Polres 50 Kota Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu
Anak Nagari Sungai Kamuyang Temui Inspektorat, Desak Hasil Audit Dibuka

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 10:49 WIB

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:55 WIB

Kapolres 50 Kota Laksanakan Wakuntoh dan Audiensi Bersama Dinas Pangan, Perkuat Program MBG

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:32 WIB

Anggota DPRD Lima Puluh Kota Siska Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar

Selasa, 27 Januari 2026 - 15:47 WIB

Warga Jorong Belubus Desak Penutupan Tambang Pasir Ilegal

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:08 WIB

Solidaritas Guru Nasional, PGRI Sumbar–Sijunjung Bantu Guru Korban Bencana di Limapuluh Kota

Berita Terbaru

Payakumbuh

Capt. Harmen: Pers Harus Jadi Penjaga Akal Sehat Bangsa

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:39 WIB

Lima Puluh Kota

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan

Senin, 2 Feb 2026 - 10:49 WIB