LIMAPULUH KOTA — Pemerintah Kecamatan Lareh Sago Halaban memperkuat pemahaman aparatur nagari dalam mengelola keuangan menjelang penyusunan APB Nagari Tahun Anggaran 2027.
Penguatan tersebut dilakukan melalui Workshop Penyusunan APB Nagari 2027 dengan tema “Penatausahaan, Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Nagari” yang diikuti aparatur pemerintahan delapan nagari se-Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kamis (24/9/2026).
Camat Lareh Sago Halaban, Wahyu Marmora, S.H., menegaskan pengelolaan keuangan nagari tidak boleh dilakukan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi. Setiap tahapan harus dilaksanakan secara tertib, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Wahyu, aparatur nagari harus memahami seluruh proses pengelolaan keuangan, mulai dari perencanaan, penatausahaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban.
“Pengelolaan keuangan nagari harus dilakukan secara tertib, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena setiap anggaran yang dikelola merupakan amanah untuk kepentingan masyarakat,” tegas Wahyu.
Ia mengingatkan, penyusunan APB Nagari bukan hanya persoalan memasukkan angka dalam dokumen anggaran. Program yang dirancang harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan skala prioritas pembangunan nagari.
Karena itu, Wahyu meminta seluruh peserta mengikuti workshop secara serius. Pemahaman terhadap aturan dan mekanisme pengelolaan keuangan dinilai menjadi salah satu kunci untuk mencegah kesalahan administrasi maupun persoalan dalam pertanggungjawaban anggaran.
“Jangan sampai karena ketidaktahuan atau kesalahan administrasi kemudian menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ini yang harus kita cegah sejak awal,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Nagari Balai Panjang, Idris, yang mewakili delapan nagari di Kecamatan Lareh Sago Halaban, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan workshop tersebut.
Menurut Idris, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi aparatur nagari untuk memperdalam pemahaman sekaligus menyamakan persepsi terkait tata kelola keuangan nagari.
“Atas nama delapan nagari yang ada di Kecamatan Lareh Sago Halaban, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan atensi yang diberikan. Workshop ini sangat penting bagi kami dalam meningkatkan pemahaman dan kemampuan aparatur dalam mengelola keuangan nagari,” kata Idris.
Ia berharap materi yang diperoleh dalam workshop tidak berhenti sebatas pemahaman di ruang kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam proses penyusunan APB Nagari 2027 di masing-masing nagari.
Idris juga berharap koordinasi antara pemerintah kecamatan dan pemerintahan nagari terus diperkuat, terutama dalam memastikan proses perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran berjalan sesuai ketentuan.
Workshop ini sekaligus menjadi momentum bagi delapan nagari di Kecamatan Lareh Sago Halaban untuk menyamakan langkah dalam menyiapkan APB Nagari 2027.
Dengan perencanaan yang tepat dan pengelolaan yang akuntabel, anggaran nagari diharapkan tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.(rio)









