Lakukan Kunjungan Ke RSUD Adnan WD, Ini Kata Ketua Komisi C Fitra Yanto

- Editor

Jumat, 3 Januari 2025 - 21:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, — Komisi C DPRD Kota Payakumbuh melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kesehatan dan RSUD Adnan WD, Kamis (03/01/2025), untuk meninjau berbagai kendala dan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Rombongan Komisi C dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Fitrayanto, SE, didampingi Wakil Ketua Febriadi, Amd, Sekretaris Jenzuldi Rozalim, SH, serta anggota Dahler, SH serta Mardion Fernandes, dan disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Wawan Sofianto, dan Direktur RSUD Adnan WD, Elfitrimelly, beserta jajaran masing-masing.

Fitrayanto menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan DPRD terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah daerah, terutama dalam memastikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

Menurutnya, sejumlah permasalahan mendasar ditemukan selama kunjungan, khususnya terkait fasilitas Kantor Dinas Kesehatan yang baru ditempati sejak Februari 2023.

“Kami menemukan masih ada kekurangan seperti tidak adanya gudang logistik, keterbatasan lahan parkir, serta kondisi pekarangan kantor yang belum memadai. Pada tahun 2024, anggaran telah dialokasikan untuk penimbunan pekarangan, tetapi hasilnya belum maksimal karena saat curah hujan tinggi pekarangan kantor masih sering tergenang air,” ungkap Fitrayanto.

Baca Juga :  168 Warga Binaan Lapas Tanjung Pati Terima Remisi HUT ke-81 RI, Empat Langsung Bebas

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Wawan Sofianto, berharap adanya tambahan anggaran untuk menyelesaikan permasalah ini.

“Pada tahun 2025, kami hanya mampu menganggarkan pembuatan kanopi parkir. Kami sangat berharap ada alokasi tambahan untuk menyelesaikan landscape pekarangan agar aktivitas di kantor dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengelola Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik senilai Rp1,736 miliar pada tahun 2024, yang telah digunakan untuk pembelian alat kesehatan seperti ventilator, CTG, dan alat laboratorium. Pada tahun 2025, DAK yang diterima meningkat menjadi Rp12 miliar dan akan dialokasikan untuk pembangunan Puskesmas Parik Rantang.

Anggota Komisi C, Jenzuldi dan Mardion Fernandes, mendorong Dinas Kesehatan untuk memanfaatkan peluang anggaran dari pemerintah pusat melalui proposal.

“Kami menyarankan agar Dinas Kesehatan mengajukan proposal ke pusat untuk melengkapi alat kesehatan yang mendukung layanan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU),” ujar Jenzuldi.

Sementara itu, di RSUD Adnan WD, Komisi C menyoroti berbagai kendala operasional yang memengaruhi pelayanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga :  Tepuk Tangan Pecah! Atraksi Silek dan Marching Band SMKN 2 Payakumbuh Jadi Sorotan di Pawai Alegoris

Direktur RSUD Elfitrimelly menjelaskan bahwa sejumlah alat kesehatan penting seperti echocardiografi, treadmill, rontgen, dan mesin phacoemulsi untuk operasi katarak mengalami kerusakan.

“Selain alat yang rusak, keterbatasan lahan untuk pengembangan sarana dan tingginya biaya pemeliharaan bangunan serta alat kesehatan menjadi tantangan besar bagi kami. Hal ini menghambat upaya kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” katanya.

Komisi C menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan rumah sakit untuk menyelesaikan berbagai persoalan ini.

Ketua Komisi C, Fitrayanto, menyampaikan bahwa langkah-langkah nyata perlu segera diambil agar masalah-masalah tersebut tidak berlarut-larut.

“Ketersediaan gudang logistik, alat kesehatan, hingga peningkatan fasilitas pelayanan adalah prioritas yang harus segera diatasi. Hal ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal menjamin hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” tegasnya.

Komisi C berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi dan kebutuhan Dinas Kesehatan serta RSUD Adnan WD agar pelayanan kesehatan di Kota Payakumbuh dapat ditingkatkan secara menyeluruh. (*)

Berita Terkait

Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan
Defisit Rp44,83 Miliar, DPRD Payakumbuh Tegaskan Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak bagi Masyarakat
Afviandi: PKB Harus Makin Solid, Musancab Jadi Momentum Perkuat Mesin Partai hingga 2029
Musancab Serentak, Erlindawati Pacu PKB Payakumbuh-Lima Puluh Kota Perkuat Akar hingga 2029

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:02 WIB

Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Kamis, 17 September 2026 - 21:45 WIB

Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan

Kamis, 17 September 2026 - 21:42 WIB

Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terbaru