Ketika Transfer Pusat Dipangkas, Lima Puluh Kota Diuji untuk Dewasa Fiskal

- Editor

Sabtu, 3 Januari 2026 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Wahyudi Thamrin, S.H., M.H.

Rencana pemotongan transfer daerah dari pemerintah pusat pada Tahun Anggaran 2026 seharusnya tidak dipandang semata sebagai kabar buruk. Bagi Kabupaten Lima Puluh Kota, isu ini justru membuka cermin besar: seberapa mandiri sebenarnya keuangan daerah selama ini?

Pernyataan Kepala BPKPD Lima Puluh Kota dalam Bimbingan Teknis Wartawan di Sarilamak, bahwa sekitar 90 persen APBD masih bertumpu pada dana transfer pusat, adalah alarm keras. Ketergantungan sedalam itu menempatkan daerah pada posisi rapuh cukup satu kebijakan pusat berubah, maka seluruh rencana pembangunan ikut goyah.

Selama bertahun-tahun, dana transfer memang menjadi “penyelamat” roda pemerintahan daerah. Namun pada saat yang sama, kenyamanan tersebut juga melahirkan jebakan: kemandirian fiskal tak pernah benar-benar dipaksa tumbuh. Ketika transfer lancar, optimalisasi pendapatan asli daerah sering kali berhenti sebagai jargon, bukan kerja serius.

Baca Juga :  Bahas Triple Helix untuk Kedaulatan Ekonomi Indonesia, UNAND Hadirkan Wamen BUMN

Kini, saat pusat mulai mengetatkan anggaran, daerah seperti Lima Puluh Kota dipaksa menghadapi kenyataan. Efisiensi anggaran disebut sebagai langkah yang tidak terelakkan. Tetapi persoalannya bukan sekadar perlu atau tidak, melainkan kepada siapa efisiensi itu akhirnya dibebankan.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan, efisiensi kerap dimaknai sebagai pemangkasan program, penundaan pembangunan, atau pengurangan aktivitas pelayanan publik. Jika pola lama ini kembali digunakan, maka penghematan anggaran hanya memindahkan beban fiskal pemerintah ke pundak masyarakat kecil mereka yang justru paling sedikit memiliki daya tahan ekonomi.

Pemerintah daerah menyebut sektor pertanian dan perdagangan sebagai tumpuan peningkatan pendapatan. Gagasan ini terdengar rasional, namun terlalu lemah bila hanya berhenti pada narasi.

Tanpa reformasi tata kelola, keberanian memutus rantai distribusi yang timpang, serta keberpihakan nyata kepada produsen lokal, dua sektor tersebut akan terus menjadi slogan tahunan tanpa dampak signifikan terhadap kas daerah.

Baca Juga :  Kapolri Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Polri, Kadivhumas Polri: "Rotasi untuk Perkuat Kinerja Institusi

Pertanyaan mendasarnya sederhana: selama ini, siapa yang paling menikmati nilai tambah dari sektor unggulan tersebut?

Petani dan pedagang kecil, atau pihak-pihak yang menguasai jalur distribusi dan permodalan?

Kekhawatiran warga agar efisiensi tidak memberatkan kelompok rentan bukanlah sikap reaktif. Itu adalah refleksi dari pengalaman panjang masyarakat yang kerap menjadi korban pertama setiap kali negara atau daerah melakukan pengetatan anggaran.

Tahun 2026 dengan demikian menjadi ujian kedewasaan fiskal bagi Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota. Apakah tekanan ini akan dijadikan momentum pembenahan struktural, atau sekadar dilalui dengan kebijakan tambal sulam sambil berharap transfer pusat kembali normal?

Publik berhak menagih jawaban nyata. bukan dari pernyataan seremonial, melainkan dari arah kebijakan dan keberanian mengambil keputusan. Sebab krisis fiskal sejatinya bukan hanya soal angka, tetapi tentang keberpihakan.

Berita Terkait

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan
David Fery Andrio: Pers Sehat Penopang Demokrasi dan Ekonomi Daerah
Jelang Muswil X PPP Sumbar, DPC Kota Payakumbuh Tegaskan Komitmen Konsolidasi Partai
H. Ilson Cong Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar
Kapolres 50 Kota Laksanakan Wakuntoh dan Audiensi Bersama Dinas Pangan, Perkuat Program MBG
Anggota DPRD Lima Puluh Kota Siska Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar
Warga Jorong Belubus Desak Penutupan Tambang Pasir Ilegal
Solidaritas Guru Nasional, PGRI Sumbar–Sijunjung Bantu Guru Korban Bencana di Limapuluh Kota

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 10:49 WIB

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan

Minggu, 1 Februari 2026 - 13:17 WIB

David Fery Andrio: Pers Sehat Penopang Demokrasi dan Ekonomi Daerah

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:07 WIB

H. Ilson Cong Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:55 WIB

Kapolres 50 Kota Laksanakan Wakuntoh dan Audiensi Bersama Dinas Pangan, Perkuat Program MBG

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:32 WIB

Anggota DPRD Lima Puluh Kota Siska Ucapkan Selamat HPN 2026 dan HUT ke-4 Faktasumbar

Berita Terbaru

Payakumbuh

Capt. Harmen: Pers Harus Jadi Penjaga Akal Sehat Bangsa

Selasa, 3 Feb 2026 - 16:39 WIB

Lima Puluh Kota

Alia Efendi: Pers Harus Berdiri Tegak, Bukan Sekadar Menyampaikan

Senin, 2 Feb 2026 - 10:49 WIB

Lima Puluh Kota

David Fery Andrio: Pers Sehat Penopang Demokrasi dan Ekonomi Daerah

Minggu, 1 Feb 2026 - 13:17 WIB