DPRD Kota Payakumbuh dan Pj Walikota Raker Bahas Pengelolaan Sampah dan PKL

- Editor

Senin, 6 Januari 2025 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Payakumbuh, — DPRD Kota Payakumbuh menggelar rapat kerja bersama Pj. Wali Kota Payakumbuh Suprayitno serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, membahas permasalahan pengelolaan sampah dan penertiban pedagang kaki lima (PKL), di ruang sidang DPRD setempat Senin (06/01/2024).

Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, memimpin langsung rapat yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Hurisna Jamhur dan Herlindawati, anggota DPRD lainnya, serta Plt. Asisten II, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Bappeda, BKD, Satpol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan, serta Dinas Koperasi dan UKM.

Wirman Putra menegaskan pentingnya pertemuan tersebut sebagai langkah bersama untuk mencari solusi konkret terhadap permasalahan yang langsung berdampak pada masyarakat.

“Masalah sampah dan penataan PKL bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal komitmen kita semua untuk menciptakan Payakumbuh yang bersih, tertata, dan nyaman. Kami di DPRD mendukung penuh upaya pemerintah, namun perlu ada langkah nyata yang berkesinambungan,” ujarnya.

Pj. Wali Kota Payakumbuh Suprayitno menyampaikan paparan terkait kondisi terkini pengelolaan sampah di Payakumbuh. Menurutnya, volume sampah yang dikelola mencapai 95,22 ton per hari.

Baca Juga :  Cabang Domino Jadi Pembuka Porwaprov Sumbar Di Luak Limopuluah

“Kami terus berupaya meningkatkan pengelolaan sampah. Namun, keberhasilan tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga peran aktif masyarakat, terutama dalam pemilahan sampah dari sumbernya,” katanya.

Suprayitno juga menyoroti kesejahteraan pasukan kuning yang selama ini bekerja keras di lapangan. “Mereka adalah garda terdepan dalam menjaga kebersihan kota, dan kami berkomitmen untuk terus memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan mereka,” tambahnya.

Wakil Ketua DPRD, Hurisna Jamhur, mengangkat isu kerugian lahan masyarakat akibat insiden di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional beberapa waktu lalu.

“Kita perlu memastikan ada solusi yang adil dan transparan untuk masyarakat yang terdampak. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut tanpa penyelesaian,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD lainnya, Erlindawati, menyoroti keberadaan sampah yang masih berserakan di sejumlah kawasan strategis, seperti sepanjang Batang Agam, depan Kampus Universitas Andalas, dan Pasar Ibuh.

“Kami meminta perhatian khusus dari pemerintah terhadap pengelolaan sampah di titik-titik ini karena sangat memengaruhi citra kota,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Edarkan Narkotika Jenis Sabu, Satu Orang Warga Latina Diamankan Polisi

Anggota DPRD, Fitrayanto, menekankan pentingnya inovasi dalam penanganan sampah, khususnya di jalur utama kota. “Kami juga ingin mendapatkan laporan yang lebih rinci terkait pengoperasian becak motor pengangkut sampah di tingkat kelurahan. Ini penting agar operasionalnya lebih efektif,” katanya.

Hampir seluruh anggota DPRD memberikan pertanyaan dan masukan kepada Pj Walikota berkaitan dengan penanganan sampah dan ketertiban umum di Kota Payakumbuh.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Pj. Suprayitno menyatakan bahwa sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat sangat diperlukan.

“Pengelolaan sampah harus menjadi rutinitas kita bersama. Selain itu, untuk pedagang kaki lima yang melanggar aturan, teguran sudah diberikan, dan kami akan terus melakukan pengawasan agar penataan lebih tertib,” jelasnya.

Ketua DPRD Wirman Putra menutup rapat dengan menegaskan harapannya agar hasil diskusi ini segera diimplementasikan oleh pemerintah.

“Kami di DPRD akan terus mengawal kebijakan ini. Kami ingin melihat langkah nyata, bukan hanya sekadar wacana. Masyarakat berhak mendapatkan lingkungan yang bersih dan nyaman,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan
Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata
BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian
Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan
Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan
Defisit Rp44,83 Miliar, DPRD Payakumbuh Tegaskan Setiap Rupiah APBD Harus Berdampak bagi Masyarakat
Afviandi: PKB Harus Makin Solid, Musancab Jadi Momentum Perkuat Mesin Partai hingga 2029
Musancab Serentak, Erlindawati Pacu PKB Payakumbuh-Lima Puluh Kota Perkuat Akar hingga 2029

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 19:02 WIB

Tinggal Sepekan, Panitia Konfercab dan OKK PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Gaspol Matangkan Persiapan

Kamis, 17 September 2026 - 21:51 WIB

Zulmaeta Tegaskan ASN Bukan Pemburu Sertifikat: Kompetensi Harus Dibuktikan dengan Kinerja Nyata

Kamis, 17 September 2026 - 21:49 WIB

BPK Soroti Tata Kelola Sampah Payakumbuh, Open Dumping dan Risiko Gas Metana Jadi Perhatian

Kamis, 17 September 2026 - 21:45 WIB

Pemko Payakumbuh Bongkar Masalah Pupuk Bersubsidi: Data Bermasalah hingga Dugaan Pungutan Tambahan

Kamis, 17 September 2026 - 21:42 WIB

Pemko Payakumbuh Perketat Pengawasan Dana Revitalisasi Pendidikan, 250 Pengelola Anggaran Diberi Peringatan

Berita Terbaru