Kabut Asap Selimuti Payakumbuh dan Limapuluh Kota, Warga Keluhkan Mata Perih hingga Sesak Napas

- Editor

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH – Kabut asap tebal yang menyelimuti Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota dalam beberapa hari terakhir mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Selain mengurangi jarak pandang, kondisi udara yang memburuk juga memicu keluhan kesehatan, mulai dari mata perih, tenggorokan gatal hingga sesak napas.

Pantauan pada Sabtu (17/10/2026), asap membuat pemandangan di sejumlah wilayah tampak kabur. Bahkan, sinar matahari pada siang hari terlihat kemerahan akibat tertutup lapisan asap dan partikel di atmosfer.

Kondisi ini membuat masyarakat khawatir terhadap dampak paparan asap, terutama bagi pengendara sepeda motor, pengguna jalan, anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

Sejumlah warga mengaku mulai membatasi aktivitas di luar rumah untuk mengurangi paparan asap secara langsung.

“Mata terasa sangat perih kalau berkendara dan tenggorokan cepat sakit. Suasana udara juga makin kabur dari pagi sampai siang,” ujar seorang pengguna jalan di Payakumbuh, Ujang, Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga :  Payakumbuh Sabet Dua Penghargaan Inovasi Teknologi Tepat Guna Sumbar, Karya Sekolah Jadi Sorotan

Kabut asap yang menyelimuti Payakumbuh dan Limapuluh Kota diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera, termasuk Riau dan Jambi. Namun, sumber serta pergerakan asap yang mencapai kedua daerah tersebut masih memerlukan konfirmasi berdasarkan data pemantauan terkini.

Informasi yang disebut bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Limapuluh Kota dan Bukittinggi, berpotensi mengalami udara kabur akibat asap karhutla regional.

Meski demikian, kondisi kualitas udara di masing-masing wilayah perlu dipastikan melalui hasil pemantauan resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai tingkat pencemaran dan risiko kesehatannya.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih pekat. Jika harus beraktivitas di luar rumah, warga disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus, membatasi kegiatan fisik berat, serta menutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke dalam rumah.

Baca Juga :  KPU dan Bawaslu Serahkan Laporan Pertanggungjawaban Dana Hibah Pilkada ke Pemkab Limapuluh Kota

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan, perlu mendapat perhatian khusus karena lebih berisiko mengalami dampak pencemaran udara.

Warga yang mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan yang memburuk disarankan segera mencari pertolongan medis.

Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara, perkembangan karhutla, serta imbauan dari BMKG dan instansi terkait.

Jika kabut asap terus bertahan, pemantauan kualitas udara dan penyampaian informasi yang terbuka menjadi penting agar masyarakat dapat mengambil langkah perlindungan secara tepat.(rio)

Berita Terkait

Kabut Asap Makin Pekat, Wirianto Warning Warga Payakumbuh: Jangan Abaikan Kesehatan!
Polisi Periksa 6 Saksi Kebakaran Blok Timur Payakumbuh, Penyebab Masih Diselidiki
Kabut Asap Pekat Mengancam Kesehatan, Afviandi Dt. Itam Minta Warga Payakumbuh Waspada
Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Irmaizar Imbau Warga Payakumbuh Waspada
Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar, Sasar Ratusan Kelompok
Kebakaran Los Batiah Hanguskan 24 Petak Dagangan, Pemko Payakumbuh Siapkan Bantuan bagi Pedagang
Dramatis! Payakumbuh Tekuk Sawahlunto 2-1, Emas Sepak Bola Porprov XVI Diraih Lewat Extra Time
Ariq Saputra Sumbang Emas untuk Payakumbuh, Sekda Rida Ananda Beri Bonus Kejutan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Kabut Asap Makin Pekat, Wirianto Warning Warga Payakumbuh: Jangan Abaikan Kesehatan!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:58 WIB

Kabut Asap Selimuti Payakumbuh dan Limapuluh Kota, Warga Keluhkan Mata Perih hingga Sesak Napas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Polisi Periksa 6 Saksi Kebakaran Blok Timur Payakumbuh, Penyebab Masih Diselidiki

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Kabut Asap Karhutla Mengancam Kesehatan, Irmaizar Imbau Warga Payakumbuh Waspada

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Pertanian Rp12,9 Miliar, Sasar Ratusan Kelompok

Berita Terbaru