Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga

- Editor

Selasa, 8 September 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LIMA PULUH KOTA — Situasi kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang semakin pekat di sejumlah wilayah Indonesia mendapat perhatian serius dari anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Safrinal Dt. Jambek.

Safrinal mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama risiko gangguan kesehatan seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Imbauan tersebut disampaikan Safrinal Dt. Jambek pada Selasa (8/9/2026), menyusul meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap dampak polusi udara akibat kabut asap.

Menurutnya, kelompok masyarakat yang rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan harus mendapatkan perhatian khusus.

“Kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jika kabut asap semakin pekat, masyarakat, terutama kelompok rentan, sebaiknya membatasi aktivitas di luar ruangan,” kata Safrinal Dt. Jambek.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker sebagai perlindungan dari paparan partikel dan polutan di udara.

“Masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah hendaknya menggunakan masker pelindung. Selain itu, perbanyak minum air putih dan tetap menjaga kondisi tubuh,” ujarnya.

Baca Juga :  Jemput Aspirasi Warga, Ketua Komisi C DPRD Payakumbuh Turun ke Lapangan

Safrinal juga menegaskan pentingnya peran seluruh masyarakat dalam mencegah kabut asap semakin meluas. Ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dalam membuka maupun membersihkan lahan.

“Jangan sampai kita sendiri justru memperparah keadaan dengan melakukan pembakaran lahan. Pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran dan keterlibatan semua pihak,” tegasnya.

Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, Safrinal Dt. Jambek juga mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk menyiapkan langkah-langkah antisipasi apabila kondisi kualitas udara semakin memburuk.

Salah satu langkah yang menurutnya perlu dipersiapkan adalah skenario pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar daring bagi pelajar apabila kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) telah berada pada kategori yang membahayakan kesehatan.

Ia meminta Dinas Pendidikan untuk menempatkan keselamatan dan kesehatan peserta didik sebagai prioritas utama.

“Jika kondisi udara sudah berada pada tingkat yang berbahaya, tentu harus ada langkah antisipasi. Salah satunya dengan menyiapkan skenario pembelajaran dari rumah agar anak-anak tidak terus terpapar kabut asap,” katanya.

Baca Juga :  Wali Nagari Balai Panjang Idris Ajak Warga Bergerak Nyata di Hari Bumi 2026

Safrinal juga mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Kesehatan untuk terus melakukan pemantauan dan memberikan informasi terbaru mengenai kondisi kualitas udara kepada masyarakat.

Menurutnya, informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses sangat penting agar masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan yang tepat.

“Pemantauan kualitas udara harus dilakukan secara berkala dan hasilnya disampaikan kepada masyarakat. Dengan informasi yang jelas, masyarakat bisa mengetahui kapan harus mengurangi aktivitas di luar rumah dan mengambil langkah perlindungan,” ujarnya.

Safrinal berharap seluruh unsur pemerintah daerah dapat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan dampak kabut asap, termasuk menyiapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan.

Ia menegaskan bahwa persoalan kabut asap tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, hingga kehidupan sosial dan ekonomi warga.

“Ini harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat harus menjaga diri dan tidak melakukan pembakaran lahan, sementara pemerintah harus memastikan langkah-langkah perlindungan terhadap masyarakat benar-benar siap,” pungkas Safrinal Dt. Jambek.(rio)

Berita Terkait

Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor
Kabut Asap Kian Pekat, Beni Murdani Dorong Pelajar di Kabupaten Lima Puluh Kota Belajar dari Rumah
204 Huntap di Koto Tinggi Mulai Dibangun, Bupati Safni: Ini Harapan Baru bagi Warga
Kualitas Udara Memburuk, Anggota DPRD Lima Puluh Kota Prima Maifirson Dorong WFH Dan Sekolah Daring
Bencana Datang Bertubi-tubi, Dinsos Lima Puluh Kota Bergerak dari Kesiapsiagaan hingga Pemulihan
PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota Buka Pendaftaran Peserta OKK PWI Sumbar Angkatan II Tahun 2026
Camat Apri Yulianto Kawal Langsung Dimulainya Pembangunan 204 Huntap di Gunuang Omeh
Beni Murdani Soroti Huntap Aia Anggek: Jangan Hanya Bangun Rumah, Pulihkan Kehidupan Warga

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 18:11 WIB

Kabut Asap Kian Pekat! Safrinal Dt. Jambek Desak Pemda Siapkan Belajar Daring dan Lindungi Warga

Selasa, 8 September 2026 - 11:42 WIB

Dampak kabut Asap karhutla, Polres 50 kota Bagikan Masker Gratis ke Masyarakat dan Pengendara Sepeda Motor

Senin, 7 September 2026 - 18:54 WIB

Kabut Asap Kian Pekat, Beni Murdani Dorong Pelajar di Kabupaten Lima Puluh Kota Belajar dari Rumah

Senin, 7 September 2026 - 14:13 WIB

204 Huntap di Koto Tinggi Mulai Dibangun, Bupati Safni: Ini Harapan Baru bagi Warga

Senin, 7 September 2026 - 11:58 WIB

Kualitas Udara Memburuk, Anggota DPRD Lima Puluh Kota Prima Maifirson Dorong WFH Dan Sekolah Daring

Berita Terbaru